Abortus, Kenapa dan Mengapa?

Secara definisi abortus adalah berakhirnya kehamilan pada usia sebelum 20 minggu atau sebelum berat janin mencapai 500 gram. Sedangkan ditinjau dari derajatnya, abortus dibedakan menjadi :

Gambar

1. Abortus Imminens (ancaman abortus) : terjadi apabila mulut rahim masih dalam kondisi menutup, dan buah kehamilan masih berada di dalam rongga rahim.  Pada umumnya ditandai dengan pengeluaran darah sedikit-sedikit melalui vagina.  Dapat juga disertai dengan rasa nyeri perut bawah. Abortus Imminens masih dapat dipertahankan sampai dipastikan keadaan buah kehamilan normal (ada janin dan tampak pulsasi jantungnya), atau tidak normal (misalnya: kehamilan nirmudigah = blighted ovum, dimana hanya ada kantung kehamilan yang pada umumnya berukuran lebih kecil dari usia kehamilan yang seharusnya dan tidak nampak  mudigah di dalamnya.  Atau dapat juga terjadi kematian mudigah, yaitu tampak mudigah di dalam kantung kehamilan namun tidak menampakkan tanda-tanda kehidupan, seperti denyut jantung atau gerakan)

Apabila suatu kehamilan yang mengalami ancaman keguguran (abortus imminens) dinyatakan patologis (tidak normal), maka disarankan untuk segera dievakuasi guna mencegah perdarahan yang lebih banyak. 

Namun bila dalam pemeriksaan didapatkan hamil normal, maka akan diberikan obat-obatan oleh dokter dan disarankan istirahat baring.   

2. Abortus Inkompletus (abortus sebagian) : pada kondisi ini didapatkan mulut rahim sudah membuka dan buah kehamilan sebagian sudah keluar dari rongga rahim.  Pada umumnya ditandai dengan pengeluaran darah yang banyak dan nyeri perut yang lebih hebat.  Terkadang jaringan kehamilan turut keluar bersama darah.  Cara membedakan antara bekuan darah dan jaringan kehamilan : darah berwarna merah tua kehitaman, dan dapat hancur apabila diremas atau disiram air.  Sedangkan jaringan kehamilan berwarna lebih muda dari darah, keputih-putihan, dan merupakan benda padat.  Saran saya, apabila anda mengalami pengeluaran darah dan jaringan, janganlah dibuang atau disiram masuk WC, tapi ambil benda yang dicurigai tersebut, kemudian dicuci, masukkan ke dalam wadah atau kantong plastik. Apabila anda mempunyai alkohol, rendamlah jaringan tersebut dalam alkohol.   Bawalah ke bidan atau dokter untuk kepastian lebih lanjut.

3. Abortus kompletus (abortus lengkap) : pada abortus kompletus, seluruh buah kehamilan telah keluar dari dalam rongga rahim.  Biasanya ditandai dengan nyeri perut yang sangat berkurang, demikian juga dengan pengeluaran darahnya.  Meskipun demikian, tetaplah pergi ke dokter untuk dipastikan bahwa rahim anda sudah kosong dan bersih. Tetap saja, apabila ada jaringan yang keluar, bawalah dan tunjukkan kepada dokter.

4. Missed abortion : pada keadaan ini sebenarnya terjadi abortus, namun buah kehamilan tertahan di dalam rahim, tidak keluar sebagaimana pada abortus inkompletus.  Perdarahan umumnya sedikit-sedikit dan rasa nyeri perut kurang nyata.  Umumnya para ibu merasa heran, kok kandungannya tidak juga membesar …

Ditinjau dari asal kejadiannya, abortus dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Abortus spontan : adalah abortus yang terjadi dengan sendirinya.  Apabila seseorang mengalami abortus spontan sebanyak 3 kali berturut-turut atau lebih, maka disebut dengan abortus habitualis.  Apabila anda mengalami hal seperti ini (kalau bisa tidak perlu menunggu sampai 3 kali) , segeralah berkonsultasi ke dokter untuk ditelusuri penyebabnya. 

2. Abortus provokatus : kebalikan dari abortus spontan, abortus provokatus adalah abortus yang disengaja.  Baik itu karena indikasi medis (abortus provokatus terapeutikus-APT) atau karena indikasi non medis (abortus provokatus kriminalis-APK).  Untuk memutuskan apakah sebuah kehamilan layak dilakukan APT, tidak cukup hanya dengan keputusan seorang dokter saja, melainkan 1 tim dokter yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan dan dokter lain terkait dengan penyakit yang diderita si ibu.  Karena indikasi medis yang mendasari dilakukannya APT adalah penyakit / kondisi ibu yang akan mengancam jiwanya apabila kehamilan ini diteruskan. 

Lain halnya dengan APK.  Sampai sekarang, ternyata APK inilah yang paling banyak menimbulkan masalah.  Umumnya karena kehamilan yang tidak diinginkan, apa pun masalahnya.  APK ini bisa berdampak serius baik fisik maupun psikis.  Dampak fisik misalnya, terjadi Abortus Infeksiosus atau yang lebih berat menjadi abortus septikus yang dapat merusak organ reproduksi, bahkan kematian ibu.  Di tangan mbah dukun, segalanya bisa terjadi asalkan janin bisa keluar.  Dari perut diremas dengan keras, minum ramuan yang aneh-aneh, sampai-sampai memasukkan apa saja melalui vagina untuk mengeluarkan buah kehamilan.   Dampak psikis, misalnya terjadi “Sindroma Ulang Tahun”, yaitu si ibu diliputi rasa bersalah dan rasa sedih yang sangat terutama pada hari dimana dia menggugurkan kandungannya. 

Gambar

Lucunya, mereka yang mengaku kehamilannya tidak diinginkan ini ternyata tidak menggunakan/ menerapkan kontrasepsi dengan benar.  Lha kok ketika terjadi kehamilan malah menolak. Tidak mau KB tapi tidak mau hamil, padahal punya suami.  Atau juga para gadis yang tidak kuat imannya, melakukan perzinaan dengan pacarnya.  Dan akhirnya hamil.(nin)

3 thoughts on “Abortus, Kenapa dan Mengapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s