Acara TV Ilhami Anak jadi Pengemis

Peristiwa ini saya alami saat mengunjungi Jakarta Book Fair 2009 di Istora Senayan yang lalu.  Pengunjung sangat ramai, meskipun tak sampai berjubel  seperti di Islamic Book Fair.  Berbahagialah sopir taksi, karena begitu satu penumpang turun di depan lobi, calon penumpang yang lain sudah berderet menunggu giliran.  Lokasi Istora yang cukup jauh dari jalan raya membuat kendaraan yang tarifnya cukup mahal ini jadi laris manis.

 Kami (saya dan anak2) datang pas adzan dhuhur.  Guna menghindari terlena karena buku, kami langsung menuju mushola yang terletak di lantai 2.  Yang disebut ‘mushola’ ini sebenarnya hanya selasar yang dihamparkan karpet dan tikar di atasnya.  Keuntungannya : kami tidak kegerahan dan pengap di saat sholat.  Namun kok kelihatannya kurang representatif karena hamparan tikarnya tampak asal-asalan dan tidak jelas batas-batas sucinya.  Seusai sholat, anak-anak sudah tidak sabaran untuk segera turun.  Ternyata di tangga turun sudah berkumpul beberapa anak dengan atributnya masing-masing.  Atribut tersebut adalah : kaleng, kotak, amplop, daftar donatur, dsb.  Mafhumlah kita bahwa anak-anak tersebut mencegat jamaah sholat untuk minta sedekah.

Di antara mereka, ada seorang anak perempuan yang cukup gigih mengikuti langkah-langkah kami.  Tapi yang membuat saya terpana bukan kegigihan itu, melainkan kata-kata yang keluar dari mulutnya:

 “ Bu…ibu mau nolong saya gak bu?” 

“Iya bu, ibu mau gak nolong saya?”  “Mau ya bu”. 

Kata-kata itu diucapkan dengan nada dan intonasi yang persis sekali dengan acara reality show (yang paling saya benci)  “Minta Tolong” yang disiarkan di salah satu stasiun TV.  Acara ini memunculkan pelaku utama seorang anak miskin yang mencoba menawarkan barang dagangan yang tampak sepele (ikan beberapa ekor, arang, atau beberapa butir telur), kepada orang-orang yang juga dari golongan ekonomi lemah.  Tentu saja sebagian besar dari orang-orang yang ditawari dagangan itu menolak untuk membeli.  Di samping tidak punya uang lebih, harga yang ditawarkan pun memang aagak tinggi.  Nah, saat sampai di orang yang kebetulan mau membeli, datanglah host acara (tetap saja dengan penampilan dan perilaku yang kontras dengan sekitarnya) untuk memberikan hadiah segepok uang kepada si pembeli tadi.  Reality show yang mendramatisasi kemiskinan ini sudah sering dikritik oleh pemirsa, tetapi toh tetap berjalan dengan lancarnya.  Mungkin KPI belum menemukan celah untuk menggetokkan palunya.

Kembali ke anak perempuan tadi, intonasi minta-mintanya persis sama dengan anak di reality show tersebut.  Bahkan sesaat saya mengira bahwa dia sedang menjalankan peran “Minta Tolong” tersebut.  Saya sempat celingukan mencari, jangan-jangan ada kamera membuntutinya dari belakang.  Setelah yakin tidak ada kamera dan setelah yakin bahwa anak itu hanya menyontek ‘gaya’ minta-minta seperti di TV, segera saya gamit dia.  Saya katakan: “ Kalau mau minta, pakailah gayamu sendiri.  Jangan seperti yang di TV ya”.  Sambil saya selipkan selembar uang ke tangannya.

Namun jengkelnya, seusai acara putar-putar hampir seluruh stand yang bikin kaki rontok, saya berjumpa sekali lagi dengan anak tersebut, dan terdengar lagi nada itu : “Bu, ibu mau gak nolong saya?” “Mau kan, bu…..”

Masya Allah, acara TV “Minta Tolong” ini benar-benar mengilhami anak untuk jadi pengemis!

“Selamat menikmati hari mu, wahai anak Indonesia”

Catatan : tulisan dibuat tahun 2009. Entahlah, apakah acara “Minta Tolong” tersebut masih ditayangkan hingga kini?

15 thoughts on “Acara TV Ilhami Anak jadi Pengemis

    • maunya menolong malah menjerumuskan. Dan, secara tidak sadar kita merasa tertawa senang dengan menonton kesusahan orang, kemiskinan hidup, serta merasa sebagai dewa penolong. Tapi, apakah acara Minta Tolong ini sampai sekarang masih ada?

      • dısını. krn dıkasıh kebebasan lebıh untuk bangun stasıun tv.jd pılıhannya beragam..era kebebasan. kalau mau tv yg ısınya sekuler atau gaya hdp western ada tersedıa dgn full hıburan dan gossıp artıs.atau artıs berbıkını pun bkn sesuatu yg tabu dı turkı. tapı jıka lebıh tertarık tv2 yg sıaran relıgı atau edukatıf jg banyak. sprt samanyolu tv..tv nasıonal yg dıkelola jarıngan muslm turkı.hampır sm sekalı saya tdk pernah lıat artıs seronok dı sana.sıaran dakwah dlm bentuk sınetronnya byk. bahkan ramadan kemarın mereka menurunkan presenter berjılbab.sıapa yg punya uang mereka bs mengelola tv dısını..bahkan ehmmm sekelas adnan oktar alıas harun yahya pun mengelola tvnya sendırı..yang naudzubılla kalo saya nonton bu..-.- paham2 sesatnya bs dıa tebar sesuka hatı** saya ga menemukan pembenaran org berdakwah model kyk dıa..dıkelılıngı wanıta seksı dan cantık2 ..ehmm dısını serıng dıjadıkan lelucon..sayangnya dı ındonesıa msh byk yg memuja belıau..wallohualam apa dıa termasuk salahsatu pengısı ghazwul fikr akhiir jaman:( tv yg ısınya belajar tajwıd atau belajar alquran juga ada..beragam asal modal belı parabola kecıl saja yg umum dıpake org sını..semua channel tertangkap termasuk sıaran tv ısr**dgn bhs ıbranınya..jd msh byk pılıhan kalau dı turkı..mau nonton tv.kalau kurang puas msh byk tv kabel jg:)

  1. Saya antipati dg berbagai acara reality show karena (mayoritas) benar-benar settingan, sehingga sulit dibedakan mana yg asli dan mana yg bukan.

    Apakah Bu Prita sudah pernah baca ini?
    http://www.newsilly.com/?p=178&preview=true
    dan
    http://www.newsilly.com/2012/01/26/akhir-dari-charity-settingan/

    Keputusan KPI waktu itu adalah: TV One terbukti melakukan pelanggaran hak terhadap nara sumber dan diminta untuk meminta maaf pada saya melalui TV selama 7 hari berturut2, tiap jam 17.00
    Realisasinya: Belum, krn pihak TVone keberatan untuk minta maaf pada masyarakat. So saat ini TVOne mengajukan banding.

    • baru saja saya baca, pak. Kita memang harus kritis, pak. Termasuk, kalau ada bencana kemudian pihak TV bikin dompet kemanusiaan dan terkumpul beberapa M rupiah. Memang ditulis di tayangan bahwa penggalangan dana tersebut sudah diaudit publik. Tapi, siapa yang mau dan sempat mengikuti perjalanan uang itu sampai bertahun2 sesudahnya? Kalau misalnya dari 1 bencana dapat 5 M saja, kemudian yang 3 M dibuat bangunan2 sekolah, dll. Publik sudah diam. Lha yang 2 M, tetap ngendon di bank dan berbunga terus….
      Tapi, BSMI pernah mendampingi pengobatan 2 anak yang terkena tumor dan berhasil dioperasi dengan baik setelah dapat bantuan dari salah sat acara TV (anaknya ditayangkan dan ortunya diwawancara)

  2. pernah sekali menonton acara itu dan langsung ga suka.. anehpun masih ditayang?
    tapi eh pernah ada yang ngejarngejar minta dibetulin sendal swallow.. gerah juga, akhirnya bukannya kasih duit buat betulin itu sendal, daku beliin aja sendalnya, pas depannya penjual sendal.. ga pake omong apa2 dan ga berterimakasih, kabur tuh anak.. geleng2 pala dah….

    • jelas saja kabur tanpa ucapan sepatahpun, mbak. Karena menyalahi skenario…ha..ha..Terkadang kalau saya kasih ke pengemis anak2 berupa benda non uang, penerimaannya juga agak2 bingung kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s