IBU HAMIL, MASIH HARUS NUJUH BULANAN?

Kalau ada usia kehamilan yang paling sering ditanyakan oleh ibu hamil dan/atau ibunya, maka itu adalah usia 7 bulan dan 4 bulan.  Maksudnya, kapan kandungan saya berusia 4 bulan? Dan kapan berusia 7 bulan? Tidak tanggung-tanggung, yang ditanyakan adalah tanggal tepatnya.

Ada apa di balik tanggal-tanggal yang ditanyakan  tersebut?
“Mau adakan pengajian…”
“Ada sedikit syukuran…”
“Kan, harus diperingati, dok?”
“4 bulan itu waktu dimana janin ditiupkan ruh, jadi harus disyukuri”

Kalau 7 bulan?
“Di usia 7 bulan, bayi sudah siap untuk lahir” (malahan ada pendapat di kalangan suku Jawa, bahwa jika bayi lahir di usia 7 bulan itu lebih baik daripada di usia 8 bulan.  Kalau 9 bulan, mah memang sudah waktunya lahir, ya)

Gambar

Ibu, selama menjalani kehamilan ini sudah selayaknya hari-hari kita dan keluarga harus dipenuhi rasa syukur.  Bertambah-tambah rasa syukur kepada Allah SWT apabila secara fisik dan psikis tidak ada keluhan-keluhan atau gangguan yang serius.  Tetapi, apakah rasa syukur harus ditepatkan pada usia-usia tertentu? Nah, inilah yang tidak ada tuntunannya.  Tidak ada ketentuan harus memperingati usia-usia tertentu dari kehamilan.

Karenanya, saya coba memberikan solusi… silakan menyelenggarakan acara syukuran dengan pengajian atau memberi makan anak yatim dan kaum dhuafa… kapan saja selama kehamilan ini.    Dan tidak perlu ada tambahan-tambahan acara tertentu seperti jualan rujak, ganti baju 7 kali, belah kelapa,  dan sebagainya.  Bukankah biaya untuk acara semacam itu lebih baik disimpan untuk persiapan persalinan?

7 thoughts on “IBU HAMIL, MASIH HARUS NUJUH BULANAN?

  1. hehehe….mbak Prita, Alhamdulillah saya juga sdh dapat jawaban yang sangat memuaskan, dibahas tuntas di radio rodja bahwa memanglah itu gak ada tuntunannya sama sekali dari rasul Sallalahu Alaihi Wassalam, ya kalau mau bersyukur gak harus nungu waktu tertentu, benar sekali setiap saat kita memang harus bersyukur…
    Thanks for sharing juga

    • alhamdulillah, mbak. Tapi setidaknya disini gak banyak kan permasalahan yang berkaitan dengan nujuhbulanan? Di Indonesia? Bisa2 seorang ibu hamil harus pulkam di usia 7 bulan karena mau bikin ortunya di kampung mau bikin selamatan.

      • oh iya, Alhamdulillah upaca itu disini cuma sekedar makan2, ngumpul2 dan ngasi kado….lebih ke pesta kecil , gak ada acara apa2…sementara di indonesia dicampur dengan ritual agama kan ya, ada yasinan, ada baca doa ada ritual bidaya pokoknya jadi gado2 ya.

  2. Askum ibu ibu,.
    Saya mu nanya.. Soal nya sya dan suami berbeda pendapat.Klo sy inginya ga ush nujuh bulanan.Krna di desa sy jarang mengadakan toh juga biayanya gak dikit.Lbh bwk bwt aqiqah,, tpi klo suami minta di tujuh bulanin.. Soalusinya gimana ya.

    • Solusinya dialog. Berikan alasan yang jelas, tuntas, dan logis. Bisa dibaca pada komen2 di atas. Kalau masih mau bersikeras, ya jalan tengahnya acara tersebut diisi dengan pengajian saja, tanpa ritual2 adat istiadat. Niatkan betul2 di dalam hati bahwa ini hanya satu bentuk ungakapan rasa syukur kepada Allah SWT, dan tidak ada yang lain. Sedikit ada ritual adat, atau simbol2 tertentu terkait kehamilan ini maka itu bisa merusak ibadah. Proses negosiasi seperti ini harus dimulai dari jauh2 hari, tidak bisa mendadak. Selamat menegakkan akidah, semoga keistiqomahan tersebut nanti berimbas ke bayi dalam kandungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s