Fatimah dan Ibunya (flash fiction)

Sudah sepekan ini ibu tampak gelisah dan tak tenang.  Terkadang ia tampak melamun, tapi sesaat kemudian  sudah menyibukkan diri dengan bebenah.  Taplak meja dan tirai jendela diganti.  Langit-langit dibebaskan dari sarang laba-laba.  Tapi yang paling mendapatkan perhatian istimewa adalah kamar kecil di ujung ruang keluarga.  Itu kamar Fatimah, si bungsu yang sudah dua setengah tahun meninggalkan rumah.  Bukan, bukan minggat. Fatimah pergi baik-baik.  Pamitan dengan seluruh  anggota keluarga. Bahkan dengan paman dan budhenya pun ia sempatkan bersilaturahim sekalian berpamitan.

“Terimalah, bu.  Hanya ini yang bisa Fatimah berikan,” tulisan pendek tertera.

Ibu tak kuasa menahan haru.  Sambil terisak, didekapnya buku kecil berwarna hijau itu. Dibolak baliknya lembaran di dalamnya.   Buku tabungan haji  dari sebuah bank syariah.  Isinya sesuai ONH  yang disyaratkan pemerintah.  

Lama ia mengubur mimpinya untuk menunaikan rukun Islam ke lima.  Setelah kematian  suaminya 6 tahun yang lalu hidupnya jadi hampa.  Anaknya yang  6 orang,  semuanya tinggal di luar kota.  Bahkan si bungsu , Fatimah, tinggal di Hongkong sebagai pekerja migran.  Cita-cita berangkat ke tanah suci  kandas setelah suaminya didiagnosa kanker tulang.  Tabungan haji terpaksa direlakan untuk biaya berobat yang tinggi di awang-awang.  Toh, akhirnya suaminya berpulang.  

Dua puluh lima tahun yang lalu…………………..

Sendirian ia berada di ruang praktek dokter kandungan yang dingin itu.  Wajahnya sembab berbekas air mata.  Di hadapannya tergeletak sebuah  test kehamilan.  Hasilnya positif.   Ingin ia melempar kotak kecil itu ke bak sampah.  Hatinya masygul!  Dokter itu menolak keinginannya.  Ia cuma minta kehamilan ini diakhiri.  Tahu apa dokter  dengan kerepotan dan segala beban rumah tangganya.  Anaknya sudah lima!  Dan sekarang ada janin bersemayam di rahimnya.   

Disesalinya dirinya yang abai dengan tanggal  haid yang terlewat.  Menurut dokter, kandungannya saat ini sudah 10 pekan. Wow…tampak janin kecil bergerak lincah di layar USG.  Benarkah kata-kata dokter itu bisa dipercaya?

gambaran USG dari janin usia 10 pekan di dalam rahim

“Bersabarlah, bu.  Siapa tahu anak inilah yang akan memberangkatkan ibu ke tanah suci”.

 Itulah kata-kata dokter yang ia anggap mimpi di siang bolong.  Dan ia pun langsung berbalik, meninggalkan sang dokter tanpa mengucap salam.

……………………………………………………

Janin kecil yang bergerak lincah tampak di layar USG itu, Fatimahlah orangnya.   

NB. kado untuk para jamaah haji, semoga kalian semua mabrur. menjadi lebih baik sekembalinya ke tanah air.

Cox Bazar – Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia

Guncangan kendaraan terus mengocok perut sepanjang perjalanan menuju kamp pengungsian di Cox Bazaar, Bangladesh.   Bukan hanya karena jalanan yang bergelombang dan berbatu tapi juga karena sopir yang kelewat lincah meliak-liukkan mobilnya.  Jalan hanya kapasitas 2 lajur mobil, itu harus berbagi dengan autoriksha (kendaraan mirip bajaj di Jakarta), riksha (tanpa kata ‘auto’  maka dijalankan dengan tenaga manusia, mirip becak namun pengemudinya di depan) dan pasar tumpah yang dipadati manusia.  Ditambah dengan suasana panas, kering, dan berdebu serta denyutan klakson yang tak henti-hentinya.  Maka semakin lengkaplah kehangatan suasana siang itu.

Kali ini perjalanan akan menuju ke kamp Thaingkali dimana  organisasi sosial para dokter Bangladesh (CSBD) akan melayani para pasien pengungsi etnis Rohingya.  BSMI bekerjasama dengan CSBD dalam menyalurkan bantuan untuk para pengungsi Rohingya.  Kemarin kami sudah menyerahkan 1 unit mobil ambulans yang akan digunakan untuk mengangkut pasien yang perlu dirujuk ke Rumah Sakit lapangan maupun untuk transportasi para dokter.  Memasuki kawasan pengungsian maka semakin padatlah manusia dan kendaraan.  Berbagai organisasi kemanusiaan mengibarkan bendera dan memasang banner dengan spesifikasi tugas masing-masing.  Ini pemandangan jamak di daerah bencana atau konflik berskala besar.  Adapun masalah Rohingya ini termasuk super besar.  Saat ini sudah sekitar 1,5 juta manusia memadati Cox Bazar. Gelombang eksodus sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan dr. Waliullah, sang spesialis mata yang menyertai perjalanan ini menyebutnya sudah sejak tahun 1976 an.  Namun eksodus terbesar terjadi sejak pertengahan 2017 saat tentara Myanmar secara buas dan keji mengusir rakyatnya sendiri dengan berbagai cara kekerasan.  “Lihat ke arah kanan sana. Dulu bukit itu kosong”, ujar dr. Wali .  Memang saat kami lihat keseluruhan badan bukit itu sekarang berwarna putih dan oranye.  Itu adalah warna atap-atap gubug etnis Rohingya yang terbuat dari plastik.

Bersama anak2 Rohingya di ambulans sumbangan BSMI

Memasuki Thaingkali,  angin akhir Januari bertiup sejuk.  Sebenarnya masih termasuk musim dingin.  Namun tanah kering ini mengandung debu yang dengan cepat menyelimuti tubuh.  Dan kami mulai berjalan menuju klinik di dalam kamp.  Karena ini di bukit maka jalanan tanah itu menanjak.  Tak terbayang bila turun hujan.  Anak-anak kecil berkerumun dan mengajak kawan-kawannya.  Beberapa dari mereka menggendong adiknya meski taksiran usianya baru sekitar 8 tahunan.  Di beberapa tempat terdapat pompa tangan untuk mengalirkan air bersih.  Dan ada juga unit-unit toilet sederhana berdinding plastik biru.  Tentang kode warna ini sudah ketentuan yang disepakati.  Bahwa untuk rumah plastiknya warna putih atau oranye, plastik biru untuk fasilitas MCK, dan plastik hijau untuk madrasah dan mushola.

Lokasi yang dijadikan klinik atau tepatnya pos kesehatan adalah sebuah madrasah.  Kerumunan orang sangat padat.  “Dalam sehari bisa sampai 300-400 orang pengunjungnya”, kata seorang dokter lokal.  Dia berbicara bahasa Inggris sambil tangannya sibuk menulis hasil pemeriksaan.  Usai diperiksa pasien segera menuju meja farmasi untuk mendapatkan obat.  Hari ini  BSMI  akan membagikan Horlics, yaitu sejenis sereal bergizi.  1 kemasan berisi 500 gram bubuk yang nanti mesti diseduh dengan air hangat.  Kami utamakan membagi untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia.  Seorang tua dengan luka terbuka di kakinya datang untuk diperiksa.  Dokter Basuki yang ahli bedah segera merawat luka tersebut sembari mengajarkan kepada para dokter yang ada di klinik tersebut.  “Jangan lupa untuk selalu menyediakan madu,” terang beliau.  Madu yang memang sudah difirmankan Allah sebagai obat bagi manusia merupakan penyembuh luka yang baik.

Ternyata ada alat ultrasonografi juga di sebuah ruangan tertutup.  Ibu hamil diperiksa dengan USG dan diberikan foto hasil pemeriksaan.  Beberapa ibu hamil sempat juga saya periksa dan lakukan USG.  Diperkirakan mereka akan bersalin di akhir bulan februari.  “Semoga pas ada bidan yang membantu mereka”, demikian Tahmina, sonologis muda yang menemani saya.  Pemeriksaan tak dapat berlangsung lama karena deretan antrian bumil masih panjang.  Tahmina lincah saja memeriksa tekanan darah sambil mengisi rekam medik yang cukup panjang.  Saya di bagian USG.  Semoga sedikit meringankan.

Perjalanan meninggalkan Thaingkali kami lalui dengan lelah yang puas.  Berhenti menyegarkan diri sejenak di pantai Cox Bazar yang merupakan pantai terpanjang di dunia.  Semoga segera ada solusi untuk para pengungsi ini agar mereka dapat hidup layak sebagai manusia.  Dan ucapan terima kasih melayang bersama doa untuk para dermawan di Indonesia, negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia.  [nin]

20180127_063751

Aku Tidak Mau Pulang – Tatkala Mereka Harus kembali

Keluarga dokter Gaza

Keluarga dr. Mueen saat baru tiba di Indonesia.

“Iya..iya…aku mau kok ke Gaza.  Tapi nanti yaaa.  Sekarang aku mau di sini dulu”, rajuk Aya (14) dengan bahasa Indonesia berlogat Jawa.

“Waduh, nanti di Gaza banyak bom, lho!” timpal Zaina (11), adik Aya.  Logat Jawanya lebih kentara lagi.

“Saya doakan…..Ya Allah, semoga Palestina segera merdeka”, saya berharap dalam haru, setelah mendengarkan ucapan dua gadis kecil asli Palestina tersebut.

“Sabar, bu. Kita mesti sabar”, tukas Samah sambil menggendong Muhammad (5 bulan).  Samah adalah ibu Aya dan Zaina.  Sedangkan bayi 5 bulan dalam gendongannya adalah anaknya yang ke tujuh.  Sekaligus merupakan anak ke empat yang lahir di Indonesia.

2010 – Delapan tahun yang lalu….

Aya, Zaina, dan si kecil Mariyam pertama kali menginjakkan kaki di bumi Indonesia.  Datang bersama sang ibu menempuh perjalanan sulit menembus pintu Rafah, menyusul ayah mereka dr. Mueen Al Shurafa yang sudah terlebih dahulu berada di Yogyakarta melanjutkan studi pasca sarjana anestesi di Universitas Gajah Mada. di kota budaya itu, berbaur dengan teman sebaya di SD membuat mereka cepat sekali menguasai bahasa Indonesia serta lancar pula berbahasa Jawa.  Bahkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikannya dengan penuh percaya diri.  Di kota itu pula  satu demi satu adik-adiknya lahir.

R. Wisuda dr. Moin

Wisuda dr. Mueen di UGM

2014 – Empat tahun kemudian…

Keluarga dr. Mueen pindah ke Solo.  Ini setelah ia menuntaskan pendidikan pasca sarjana di UGM dan kemudian dilanjutkan dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Solo.  Aya dan Zaina pun beranjak remaja.  Mereka pun menutup aurat dengan sebaik-baiknya.  Adik-adiknya yang lahir di Indonesia tampaknya mesti belajar bahasa Arab, dikarenakan dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa.  Meski demikian orang tuanya tetap berusaha berbahasa Arab demi memeliharan bahasa ibu terhadap anak-anak mereka.  Aahhh…anak-anak memang mempunyai penyerapan yang cepat sekali dalam soal bahasa.

2018 – bulan Agustus

Setelah berjuang menempuh pendidikan yang keras dan melelahkan, menjalani semester demi semester di rumah sakit Dr. Moewardi dan rumah-rumah sakit lain di kota sekitar Solo, tibalah dr. Mueen di penghujung pendidikan.  Waktu kelulusan sudah dekat.  Tinggal 1 kali ujian akhir maka gelar dokter spesialis anestesi pun segera disandang.  Sebuah keahlian yang akan sangat dibutuhkan di Gaza.  Betapa tidak, di Gaza, dengan tiba-tiba seseorang bisa ditembak oleh snipper.  Anak sekolah bisa terluka atau dilukai dalam perjalanan pergi-pulang sekolah.  Maka Al Shifa Hospital – rumah sakit terbesar di Gaza City – setiap hari menerima banyak sekali kasus yang membutuhkan tindakan bedah, dan dengan sendirinya membutuhkan dokter ahli bius.  Belum lagi operasi-operasi yang lain.  Dokter yang dibutuhkan haruslah dokter yang handal dan tersertifikasi. Artinya, keahliannya diperoleh dari jalur pendidikan resmi sebuah perguruan tinggi terakreditasi.  Dokter Mueenlah salah satunya, in syaa Allah.  Perlu diketahui bahwa banyak dokter di Gaza, dikarenakan sulitnya akses pendidikan dan perjalanan ke luar negeri, maka mereka belajar sebuah keahlian secara mandiri, dari ilmu yang diberikan oelh teman sejawatnya yang lebih senior.  Demikianlah….

Suka atau tidak suka, Aya dan adik-adiknya harus kembali ke Gaza.  Palestina menunggu kedatangan mereka kembali.  Merekalah generasi harapan untuk meraih kemerdekaan.  Meskipun, siapakah yang suka kembali ke tempat penuh peperangan dan bom setelah merasakan hidup nyaman di Indonesia? Ucapan dan perasaan Aya dan Zaina sungguh manusiawi……  Namun orang tuanya telah menyiapkan dan mengondisikan hal ini terus menerus.  Sejak lama mereka memompakan semangat itu.  Dan kenangan tentang Indonesia, bahasa, suasana, makanan, dan orang-orangnya tidak akan terlupakan oleh mereka.  In syaa Allah.

Palestina Merdeka!!!

#catatan silaturrahim dengan mahasiswa Palestina penerima beasiswa BSMI

 

 

Ibu Hamil Kembar Berpuasa di Bulan Ramadhan.

Selamat datang di bulan istimewa.  Ramadhan Great Sale!! Allah mengobral pahala, obral ampunan yang semestinya diburu oleh setiap orang .  Kehadirannya dinantikan dan terasa berat di saat usainya.  Setiap orang ingin mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari bulan berkah ini.  Tak terkecuali para ibu hamil.  Bahkan terkadang mereka seolah “lupa” bahwa di dalam tubuhnya terdapat sesososk makhluk hidup yang keberlangsungan pertumbuhannya 100 % dari ibunya.  Di bawah ini adalah cuplikan dari tanya jawab dari majalah OASE yang saya gawangi, terkait hal tersebut  

 

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Pertama-tama, saya ucapkan salam jumpa kepada Dokter Prita Kusumaningsih, Sp.OG selaku pengasuh rubrik Kesehatan Wanita majalah OASE. Saya Ibu Vira dari Bintaro, Tangerang. Saat ini sedang hamil anak pertama dengan usia kandungan 4 bulan. Dari hasil USG, insya Allah calon bayi kami kembar. Yang ingin saya tanyakan apakah saya dapat melakukan puasa Ramadhan? Terus terang dok, saya ingin sekali puasa Ramadhan, namun  ada rasa khawatir terhadap perkembangan janin yang saya kandung. Apakah berpuasa Ramadhan akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik saya dan bagaimana pula asupan gizi calon bayi yang saya kandung serta  perkembangannya selama Ramadhan? Sedikit informasi dok, di usia 0-2 bulan kehamilan saya yang lalu, saya sempat bedrest karena mual secara  terus-menerus dan tidak mampu masuk makanan apapun selain yang berbentuk cair (hanya air dan sedikit jus).  Mohon penjelasannya dok? Atas jawabannya, saya ucapkan terima kasih.

 

Wa’alaikum salaam wr. Wb

Saya yakin pertanyaan bu Vira juga menjadi pertanyaan banyak ibu hamil yang berkeinginan menjalankan ibadah puasa.  Sedangkan tak sampai sebulan lagi kita akan memasuki bulan suci, Ramadhan Kariim.

Mengenai manfaat puasa tentu kita semua sudah mengetahuinya, dan sudah banyak pula bahasan yang mengupas tentang hal ini.  Apalagi di dalam agama kita, puasa tidak hanya bermanfaat secara medis, namun terkandung pula nilai ibadah yang sangat besar.  Sehingga sungguh beruntunglah mereka yang mendapatkan kesempatan untuk menjalankan ibadah spesial ini. 

Memang, meskipun termasuk dalam golongan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, keinginan untuk menjalankan ibadah puasa di kalangan ibu hamil saya tengarai  cukup tinggi.  Semoga hal ini memang dilandasi oleh semangat ketaqwaan dan bukan karena rasa “malas” dikarenakan sudah terbayang-bayang akan kewajiban mengganti hari-hari puasa yang banyak di saat-saat ke depan. Hasil penelitian di beberapa negara, puasa yang dijalankan oleh ibu hamil yang SEHAT, ternyata tidak menimbulkan dampak buruk bagi janin yang dikandungnya.

Ibu Vira, saya perkirakan nanti di bulan Ramadhan usia kehamilan ibu sudah menginjak bulan ke 5.  Artinya, ditinjau dari segi usia kehamilan, sudah memasuki masa ‘aman’. Namun ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan apabila ibu memutuskan untuk menjalankan puasa, antara lain: berapa berat badan ibu sebelum hamil? Dan berapa kilogram pertambahan berat badan selama 5 bulan ini? Apakah kenaikan berat badan tersebut sudah sesuai, mengingat pada saat hamil 0-2 bulan yang lalu ibu mengalami penurunan berat badan?  Apakah ibu menderita anemia (kurang darah)? Apakah nafsu makan ibu baik dan kebutuhan terhadap makanan bergizi dapat dipenuhi dengan baik? Apabila jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut positif, maka Insya Allah ibu boleh mencoba berpuasa.

Sebenarnya, kehamilan kembar sendiri sudah masuk kategori kehamilan risiko tinggi.  Oleh karena itu, selain menjawab pertanyaan-pertanyaan saya di atas, komunikasikan keinginan ibu untuk berpuasa kepada dokter yang merawat kehamilan selama ini.  Karena bagaimana pun juga beliaulah yang paling mengetahui kondisi kesehatan ibu.

 

Apabila ibu sudah mendapatkan ‘lampu hijau’ untuk menjalankan ibadah puasa, maka perlu diingat beberapa rambu-rambunya, yaitu :

  • Segeralah berbuka dan lambatkanlah makan sahur.
  • Perhatikan kecukupan gizi dan kebutuhan cairan.
  • Waspadai tanda-tanda dehidrasi dan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah), yaitu keluar keringat dingin, gemetar, lemas tak bertenaga, sakit kepala atau pusing berkunang-kunang. Apabila ibu mengalami kondisi tersebut, segeralah berbuka.  Jangan merasa sayang dengan puasa yang sudah dijalani sebagian dan merasa ‘nanggung’.

 

Nah, ibu Vira, semoga setelah membaca jawaban saya ini dan setelah berdiskusi dengan dokter, ibu dapat mengambil keputusan yang tepat.  Selamat beribadah di bulan Ramadhan.

Wassalaamu’alaikum wr. wb

 

Ini Pilihan KB yang Aman di Masa Menyusui

APA JENIS KONTRASEPSI YANG AMAN UNTUK MENYUSUI?

 

Itulah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh ibu-ibu pasca bersalin.  Di satu pihak ada anggapan bahwa menyusui adalah salah satu bentuk KB (baca : pencegahan kehamilan) alami.  Namun di lain pihak tidak sedikit yang mengalami kehamilan padahal saat itu masih dalam masa menyusui.  Bahkan, ada beberapa ibu yang hamil tanpa pernah haid dikarenakan sedang menyusui .

Di saat asyik dengan kegiatan menyusui bayi, tidak terlalu memperhatikan siklus haid.  Tiba-tiba badan terasa kurang nyaman, agak kliyengan dan mual di pagi hari.  Iseng-iseng test pack.  Ternyata positif! Nah…kapan haidnya kok tiba-tiba hamil?

Atau yang agak ekstrim, karena sibuk dengan pengasuhan bayi yang sedang dalam proses pengenalan MPASI, tiba-tiba terasa ada yang bergerak di perut bawah.  Pergilah si ibu ke dokter kandungan … di layar USG tampak janin usia 20 minggu sedang melompat-lompat gembira!

Mungkin di antara yang membaca tulisan ini ada yang pernah mengalaminya….

Jadi – kembali ke laptop – alat atau metode kontrasepsi apa yang bisa diterapkan di masa menyusui?

Pertama kali pahami prinsip alat atau metode kontrasepsi yang ideal, yakni :

  1. Efektif dalam mencegah kehamilan
  2. Praktis dalam penggunaan
  3. Efek samping minimal
  4. Cepat mengembalikan kesuburan

Untuk masa menyusui, keempat syarat tersebut ditambah satu syarat lagi yang paling penting yaitu : tidak mengurangi produksi ASI.

Apa saja jenis kontrasepsi yang memenuhi kelima syarat tersebut

Ada dua golongan besar, yaitu :

  1. Metode Sederhana
  2. Metode Efektif

Metode sederhana artinya, tidak atau minimal menggunakan alat. Dengan sendirinya efek samping akan minimal juga, bahkan tidak berefek samping.  Namun kekurangannya, metode ini kurang efektif, alias tingkat kegagalan tinggi.  Bisa di atas 5%.  Yang dimaksud dengan gagal adalah, sudah menerapkan metode tersebut namun masih hamil juga…

Selain itu, perlu disiplin dan kerjasama yang baik antar suami istri, siklus haid harus teratur atau perlu pengetahuan yang cukup tentang siklus haid.

Beberapa cara yang termasuk metode sederhana adalah :

  1. Sanggama Terputus (= Koitus Interuptus = ‘Azl)
  2. Metode Kalender (Pantang Berkala) , yaitu tidak berhubungan intim di masa subur
  3. Kondom (pria maupun wanita)
  4. Kombinasi dari keempat cara tersebut

 

Kalau mau lebih efektif, dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi.  Kelebihannya adalah tingkat kegagalan kurang dari 1%.  Sangat rendah.  Namun perlu diingat ya, tidak ada metode yang tingkat kegagalannya nol persen.  Seefektif apa pun caranya atau semahal apa pun alatnya pasti masih ada yang namanya kegagalan alias hamil meskipun sedang menggunakan alat/metode kontrasepsi.  Di sinilah keterbatasan kita sebagai manusia yang hanya bisa berusaha.  Allah lah Sang Pembuat Keputusan.

Kontrasepsi efektif terbagi menjadi dua golongan besar yakni dengan hormon dan tanpa hormon.

  1. Hormonal
  2. Suntik 3 bulanan
  3. Suntik 1 bulan
  4. Susuk (implant)
  5. Pil KB Menyusui
  6. Pil KB Kombinasi (PKK)
  7. Non Hormonal
  8. AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)

Untuk ibu menyusui, jenis kontrasepsi yang bisa dipilih adalah

  1. Metode Amenore Laktasi
  2. Seluruh metode sederhana
  3. Suntik 3 bulanan
  4. Susuk (implant)
  5. Pil KB Menyusui
  6. AKDR

 

Alkon - Implan

Susuk atau Implan dalam ukuran sebenarnya

Alkon-ukuran IUD

AKDR atau IUD dalam ukuran sebenarnya

Kapan mulai menggunakan kontrasepsi ?

Ada kesalahan persepsi yang banyak membuat kegagalan program ini.  Yaitu anggapan bahwa “kalau mau pakai kontrasepsi” harus menunggu haid dulu.  Atau bisa juga dikatakan begini, “IUD harusnya dipasang saat haid.  Jadi kalau belum juga haid sesudah selesai nifas maka harus ditunggu sampai datang haidnya”.

Yang betul, alat kontrasepsi bisa mulai digunakan sejak 40 hari pasca melahirkan.  Bahkan untuk pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan susuk (implant) bisa langsung segera setelah melahirkan, baik persalinan normal maupun persalinan sesar.

Bila ingin menunda, pastikan bahwa persyaratan untuk Metode Amenore Laktasi (MAL) telah terpenuhi dengan baik.  Yaitu : ibu memberikan ASI Eksklusif, ibu belum haid (sesudah selesainya nifas), dan usia anak maksimal 6 bulan.  Bila salah satu syarat sudah tidak terpenuhi lagi maka MAL tidak dapat diterapkan atau diandalkan sebagai kontrasepsi alami.

Bila MAL sudah tidak bisa diterapkan namun masih ragu menggunakan salah satu dari alat kontrasepsi maka terapkan metode kontrasepsi sederhana. [nin]

Stop !!! Jangan Masukkan Apa pun ke Dalamnya

Alih-alih keputihan hilang, yang ada malahan kemerahan dan kesakitan. 

Lho, bagaimana bisa?

Jadi siang itu masuklah seorang ibu berusia 30 an ke ruang praktek.  Wajahnya menyiratkan rasa nyeri.  Lantas mengalirlah cerita dari mulutnya.  Ini bermula dari sebuah penawaran tentang sebuah benda yang bisa menghilangkan keputihan.  Bahkan tak hanya itu, benda tersebut dinyatakan bisa mengencangkan serta merapatkan mrs.V (bukan miss V ya, karena ibu ini sudah mempunyai beberapa orang anak).  Dan yang menurut saya unik adalah cara pemakaiannya.  Begini, benda tersebut dipegang dan dimasukkan ke dalam mrs.V dan diputar-putar sebanyak 7 kali putaran.  Setiap malam.  Maka keesokan harinya yang terjadi adalah – menurut si pasien saya ini – dari dalam mrs. V keluarlah kotoran-kotoran yang berwarna putih, bentuknya tidak jelas, seperti sepihan-serpihan kecil begitu.  Demi melihat seperti itu, makin yakinlah si ibu bahwa penggunaan alat tersebut berfungsi membersihkan vagina.  Ditambah lagi, cairan yang biasanya membasahi organ kewanitaannya tersebut mendadak lenyap.  Terasa kesat dong, begitulah logikanya.  Begitu berlangsung berbulan-bulan lamanya.  Dan alat menyerupai batu kristal lonjong berwana hijau tosca keabuan tersebut makin lama makin tipis.

Apakah batu kristal hanya untuk  yang sudah menikah? Ternyata tidak.  Untuk gadis penggunaannya adalah dengan merendam batu tersebut beberapa menit dan kemudian air rendaman digunakan untuk membasuh kemaluan.  Efeknya konon sama, yaitu keluar kotoran dari miss V.

“Kalau sudah tipis nanti bisa beli lagi ke saya ya,bu”, pesan si penjual meyakinkan. Bagaimana tidak yakin lha wong penjualnya adalah petugas kesehatan yang kesehariannya berdinas di puskesmas setempat.  Maka berbekal keyakinan itulah dibelinya lagi kristal kedua meski dengan harga yang tidak bisa dibilang murah.  Beberapa lama makin tipislah kristal itu sebagaimana yang pertama.  Sampai di suatu malam, kristal tipis tersebut patah saat digunakan.  Mungkin karena saking tipisnya. Dicobanya mengambil patahan tersebut ke dalam vagina namun tidak berhasil.  Dan keesokan harinya dirasakannya bagian dalam organ intimya tersebut sangat nyeri, bahkan berdarah! Makin nyeri tatkala buang air kecil terkena aliran urine.  Sugguh menyiksa!

Sehingga sampailah beliau di hadapan saya.  Menempuh berkilometer jarak dari luar kota Jakarta. Alhamdulillah ada jalan bebas hambatan yang memperpendek jam tempuh. Dan  saat pertama kali  memeriksa, sungguh saya dibikin  terkejut demi mendapati dinding vagina yang iritasi berat, rapuh dan berdarah di beberapa tempat.  Bukan itu saja, nyerinya pun hebat sehingga ia menjerit tatkala disentuh.  Akhirnya pasien diputuskan dirawat, dikompres, diberi obat dan bertahap sisa-sisa serpihan diambil satu persatu.  Alhamdulillah pada hari ketiga, si ibu sudah dapat meninggalkan rumah sakit.

Sisa patahan kristal itu, saya simpan sampai sekarang.  Tak lupa saya mewanti-wanti agar jangan sekali-kali menggunakannya lagi.  Dan orang-orang terdekatnya yang ia ketahui memakai barang yang sama supaya dicegah melanjutkan pemakaian.

Memang kasus di atas adalah yang terberat yang pernah saya jumpai.  Sebelumnya kasusnya hanya infeksi sedang sampai ringan yang bisa diatasi dengan rawat jalan saja.

Hal yang mirip namun berbeda di bahan yang dipakai, kembali saya temui di ruang praktek.  Bahkan dalam sehari ada dua kasus, yang satu sudah menikah dan yang kedua masih gadis.  Kali ini bahan yang dimasukkan adalah butiran-butiran Manjakani (Quercus infectoria).  Tanaman ini memang dipercaya dapat mengurangi keputihan dan mengesatkan vagina.  Padahal dalam Wikipedia tidak disebutkan sama sekali fungsi tersebut.  Yang ada adalah fungsi anti infeksi, anti jamur dan anti peradangan. Reaksinya sama yaitu iritasi berat dalam vagina.  Si gadis pun – yang hanya menelan butiran-butiran sebesar merica tersebut – mengalami hal yang sama ditambah dengan nyeri pelvik.

Quercus_infectoria aka manjakani wikipedia

Manjakani (Quercus infectoria) sumber wikipedia

Kasus-kasus seperti ini tampaknya akan selalu berulang, dengan penggunaan aneka bahan.  Ada yang berbentuk batang kayu, disebut sebagai “tongkat” dan ada juga yang berupa pengasapan.

Untuk mencegahnya, perlu pengertian yang benar bagaimana sebetulnya organ intim kita itu bekerja. Sesuai dengan janji Allah yaitu menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Al Qur’an surat At Tin ayat 4) , maka kaidah tersebut berlaku juga dalam penciptaan organ reproduksi atau yang kita kenal dengan organ intim.  Allah menciptakan keseimbangan asam basa dalam saluran vagina guna mempertahankannya tetap higienis.  Kondisi higienis tercapai bila pH vagina tetap rendah atau bersifat asam sehingga bakteri dan parasit pathogen yang menyebabkan infeksi tidak bisa berkembang biak.  Bagaimana caranya? Tidak perlu memasukkan apa pun ke dalam vagina karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memerintahkan mikroba di dalam vagina sebagai “pasukan pembersih”.  Mereka adalah bakteri Doderlein sp. yang menghasilkan asam laktat sehingga pH vagina menjadi rendah.  Tugas kita hanyalah menjaga kesehatan sehingga daya tahan tubuh tinggi serta menjaga kebersihan lingkungan vagina.  Jangan mengganggu “tugas” bakteri Doderlein tersebut dengan memasukkan benda asing ke dalam vagina!

Lactobacillus_sp_01

Bakteri Doderlein dalam Sebuah Sel Epitel Vagina (sumber wikipedia)

Pada kondisi tertentu, terkadang kita perlu penjagaan ekstra.  Misalnya di saat haid, dimana adanya darah yang terus menerus akan meningkatkan pH dan memudahkan tumbuhnya jamur serta bakteri jahat.   Di saat rawan tersebut diperlukan nutrisi yang berkualitas, menjaga kebersihan dengan mengganti pembalut secara teratur serta bila perlu membasuh kemaluan dengan cairan yang mengandung asam laktat.  Saat rawan yang lain adalah saat kita sedang sakit, stress fisik dan/atau psikis, malnutrisi, atau anemia.  Dalam kondisi demikian, konsumsilah suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh.

Jadi seharusnya bagaimana kondisi vagina yang sehat itu?

Ingat Allah memang menciptakan banyak kelenjar di sepanjang saluran kelamin.  Kelenjar-kelenjar  tersebut fungsinya memroduksi cairan sebagai pelumas.  Sehingga keadaan di dalam vagina memang selalu basah.  Kebasahan inilah yang muncul dalam berbagai gradasi.  Terkadang basah minimal, terkadang basah maksimal, berfluktuasi sesuai kadar hormon siklus haid.  Cairan masih dianggap normal apabila tidak sampai berlebihan, warnanya jernih atau agak putih, tidak berbau, tidak menimbulkan gatal, pedih, atau rasa panas di alat kelamin .    Yang perlu kita lakukan di saat cairan normal adalah membersihkan alat kelamin dengan air bersih, atau boleh juga dengan cairan pembersih mengadung asal laktat.  Bila tidak terpaksa tidak usah menggunakan panty liner.  Pastikan celana dalam terbuat dari bahan yang menyerap keringat.   Namun apabila merasa bahwa cairan keputihan ini adalah cairan yang abnormal, jangan ragu-ragu untuk pergi ke dokter.  [nin]

1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN – periode emas yang tentukan masa depan

Galau dengan kondisi negeri ini? Ternyata kita bisa berperan serta memperbaiki kualitas anak bangsa.  Generasi idaman.  Generasi yang bukan saja pintar, namun lebih penting lagi adalah berakhlak mulia.   Takut kepada Allah sehingga ia akan taat kepada aturan agama dan selalu ingin berbuat baik kepada umat manusia dengan cara yang halal.

first-1000-days from www.farmacist.info

LOGO 1000 hari

 

Cita-cita besar, harus dipersiapkan dengan benar. Begitulah kaidahnya.  Bukan pekerjaan main-main.  Untuk itu proses persiapannya mencapai 1000 hari.  Terdiri dari 270 hari masa di dalam kandungan ditambah dengan usia 2 tahun pertama.  Mengapa kok sampai /  atau kok cuma 1000 hari?  Karena dalam 1000- hari tersebut adalah

1. Masa tercepat dalam perkembangan struktur otak manusia, meliputi proliferasi neuron, myelinisasi, diferensiasi (kompleksitas), dan konektivitas (sinaptogenesis).

2.Masa peletakan dasar status kesehatan dan tumbuh kembang (fisik dan psikis)

  1. Tumbuh kembang otak di masa janin akan mempengaruhi kemampuan dasar seperti penglihatan dan pendengaran, dan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi di saat lahir.  Misalnya daya adaptasi, mempertahankan diri, atensi dll
  1. Masa dimana kebutuhan nutrisi terpenting harus terpenuhi
  1. Masa dimana otak sangat sensitif terhadap kekurangan nutrisi

(sumber : http://www.unicef-irc.org)

Jadi dasarnya adalah nutrisi…nutrisi…dan nutrisi.  Terutama di trimester 1 dimana si ibu biasanya mengalami penurunan nafsu makan, mual, muntah, pusing, dan macam-macam rasa tidak enak yang lain.  Padahal di masa itu pula terjadilah pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat pada buah kehamilan.  Bayangkan saja, mudigah yang hanya seukuran sebutir beras (7 minggu)  ternyata jantungnya sudah berdenyut sebanyak 160 kali permenit.  Dan di usia itu pula otak dan susunan saraf mulai dibentuk, jantung dan sistim peredaran darah mulai berfungsi, demikian pula sistim pencernaan, sistim ekskresi (pembuangan), dan sistim panca indra.

39-3c3afc738dfec7e0a4cb7b7c997fd36a from sarihusada

1000 HARI

sumber : sarihusada.jpg

Hikmahnya, rasa mual membuat calon ibu tidak makan sembarang makanan. Ada keinginan kuat terhadap makanan tertentu yang biasanya tidak doyan sebenarnya adalah alarm kebutuhan tubuh terhadap nutrisi tertentu.  Karena itu sikapilah dengan bijak segala rasa di trimester 1.  Boleh tidak suka nasi, namun gantilah dengan berbagai macam karohidrat yang lain.  Boleh saja tidak suka susu, namun gantilah dengan produk susu atau sumber protein dan kalsium yang lain.  Jangan “Maunya cuma mie ayam”…atau “cuma makan buah mangga setiap hari”.

Camkan prinsip-prinsip di bawah ini :

  1. Janin makan apa yang dimakan ibu  (penjelasan : ibu makan makanan sampah, maka janin pun makan makanan sampah)
  2. Nutrisi janin 100% bergantung dari ibu
    (penjelasan : janin tidak punya alternatif lain.  kalau cadangan di tubuh ibu mencukupi maka diambil oleh janin. namun bila cadangan di tubuh ibu kurang maka janin juga akan kekurangan. kekurangan salah satu jenis nutrisi bisa berdampak serius mengingat trimester 1 adalah masa pembentukan)
  3. Ibu membutuhkan makanan yang sehat dan halal,  mengandung asam folat, zat besi, kalsium dan kaya nutrisi yang lain
    (penjelasan : pastikan bahwa apa yang kita makan adalah bergizi dan terpenting adalah halal.  jangan sekali-kali memasukkan zat haram ke tubuh kita yang akhirnya juga akan masuk ke tubuh janin.  halal tidak hanya pada zat makanannya namun juga cara bagaimana makanan tersebut diperoleh)
  4. Diit ibu selama hamil akan mempengaruhi selera makan bayi (penjelasan : ibu suka manis, maka anak juga cenderung suka manis dan seterusnya.  ibu suka pilih-pilih makan atau malas makan bergizi dan lebih suka jajanan, maka jangan heran kalau anak juga mewarisi sifat yang sama)
  5. Kesehatan seorang anak sampai dengan masa dewasanya dipengaruhi oleh kualitas dan kehalalan nutrisi ibu (penjelasan : kualitas dan kehalalan nutrisi ibu tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak di masa kanan-kanak saja, namun bisa mempengaruhi sampai ke masa dewasa.  apakah dia akan mengidap hipertensi atau diabetes atau bahkan bersifat antisosial dan psikopat…ternyata semua dipengaruhi sejak masa dalam kandungan)

Dan ingat surat An Nisaa ayat 9

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Wallahu a’lam [nin]