Kisah Panjang Hijab di Kamar Operasi

Tulisan kisah nyata ini merupakan salah satu penugasan di Wonderful Writing Class yang dipandu oleh penulis kondang pak Cahyadi Takariawan dan istri beliau, bu Ida Nur Laila. 

Yang ingin bisa “Menulis Semudah Bernafas” silakan ikut WWC gelombang berikutnya…

Prita Kusumaningsih “Jadi berapa meter kain yang dibutuhkan?” “Jenis bahannya sudah dicek belum? Warnanya juga harus sama persis, lho”. “Bagaimana kalau kita pinjam saja sepasang baju dan celana itu barang sehari? Buat contoh ke penjahit” “Kamu jadi kan, bicara dengan ibu kepala ruangan kemarin?” Itulah sebagian kasak kusuk kami, mahasiswi berhijab Fakultas Kedokteran semester 9 […]

melalui KISAH PANJANG HIJAB DI KAMAR OPERASI — Wonderful Writing Class

Mencari Makanan Halal di Ljubljana

Di Ljubljana dimana muslim hanya sekitar 5% maka urusan makanan halal harus disikapi dengan serius.  Atas pertimbangan ini pula, kami memilih menginap di hotel Grand Union  tak jauh dari kawasan kota tua di Center.  Hotel ini agak mahal, namun menyediakan daging halal pada hidangan sarapannya.  Daging tersebut didatangkan dari Turki. Daging halal ditempatkan terpisah, sayang petunjuknya terlalu kecil.  Kami baru menemukannya setelah mengitari seisi restoran dan itu pun atas petunjuk petugas.

Resto Balkan

Tempat makan halal yang pertama kali kami kunjungi setelah menginjakkan kaki di kota Ljubljana adalah resto bergaya Balkan, tepatnya Bosnia.  Resto ini kami dapatkan atas petunjuk Muri, si supir taksi bandara. Berlokasi di Cesta Andreja Bitenca no 70.  Lokasinya sangat sepi, jauh dari jalan raya.  Berada di tengah kawasan perumahan yang rimbun dan nyaman.  Restonya tidak terlalu besar namun cukup apik dan homy.  Pelayannya ramah, profesional dan menguasai bahasa Inggris.  Di salah satu sisi dinding tertutup dengan foto masjid di Bosnia.   Menu yang kami nikmati siang itu adalah Bosanski Lonac.  Makanan berkuah berisi daging dan sayuran semacam caserole ini nikmat dimakan hangat bersama roti.

Bosanski Lonac

Bosanski Lonac

 

Di sisi depan resto terdapat mushola.  Lengkap dengan toilet dan tempat wudhu pria/wanita.  Jadi, sambil makan siang bisa sekalian sholat di mushola tersebut. Dan tepat di depan pintu mushola terdapat sebuah ruangan yang ternyata adalah kantor dari sebuah yayasan foundation dari Qatar.  Kami berkenalan dengan Elvira dan Sanela, dua muslimah asal Bosnia yang bekerja di sana.

“Islam di sini ada dua golongan,”ujar Sanela.  Ada golongan formal, yaitu mereka yang menjalankan perintah agama dengan tertib, misalnya memakai hijab seperti kamu ini.  Dan satu lagi golongan non formal”.  Mungkin maksudnya Islam KTP seperti istilah di negeri kita.  “Apa pun Sanela, mereka itu saudara kita”, kata saya dalam hati.

Doner Kebab Halal

Tak jauh dari GR, kependekan dari Gospodasko Raztavisce sebutan lokal untuk gedung konferensi tempat acara diselenggarakan,  ada kios Doner kebab.   Penjualnya Imran, anak muda muslim asal Kroasia.   Ia menjamin daging kebabnya halal.  “Saya mendatangkan khusus dari Jerman”, ujarnya.   Kiosnya sangat ramai.  Karenanya, meski sudah dibantu seorang asisten Imran tampak selalu sibuk melayani pembeli.  Akhirnya kami jadi sering ke kios Imran.  Beli Doner Kebab cukup 1 buah saja dimakan berdua karena ukurannya cukup besar.  Kalau sedang santai kami pilih jadi pembeli terakhir sekedar bisa mengobrol.   Terkadang kami minta tolong ditelponkan taksi.

20160930_171938

Imran di Kios Doner Kebab

Imran sepertinya ia masuk golongan non formal sesuai istilah Sanela.  Itu karena saat hari Jum’at ia tak beranjak dari kiosnya, melayani antrian pembeli.

Resto Habibi

Masih di Dunajska Cesta no 105/107, berjarak lebih kurang 1 kilometer dari RG terdapat sebuah restoran Timur Tengah.  Resto Habibi namanya.  Pemiliknya, Ahmad, pemuda Mesir yang menikah dengan mualaf Ljubljana.  Usia restoran ini baru 6 bulan.  “Belum ada website.  Kami baru punya facebook”, saat kami utarakan sulitnya mencari resto halal. Hidangannya sebagaimana resto Timur Tengah pada umumnya dengan harga yang tidak terlalu mahal.  Meski rasa nasi Bryani tidak sama dengan aslinya namun karena baru ketemu nasi, kami pun bersantap dengan nikmat.  Di resto ini kartu kredit saya (dari bank besar plat merah) bisa berfungsi.

resto-habibie-bryani.jpg

 

Alhamdulillah, sambil menunggu pesanan siap,  kami bisa mendirikan sholat jamak qashar.  Untuk itu Ahmad menyediakan dua sajadah.  Sholat dikerjakan di ruangan yang berkarpet karena tidak terdapat mushola.

Hidangan Kongres

Bagaimana dengan hidangan makan siang di kongres? Mengingat kongres Sport Medicine ini berskala Internasional, banyak juga para pakar yang datang dari negeri Islam, seperti Malaysia, Brunei Darussalaam, Iran, dan tentu saja Turki dan Qatar sebagai negara pendukung utama.  Untuk itu panitia menyediakan  makan siang di dalam kotak dengan kode warna.  Disediakan 3 warna kotak, yaitu merah, biru, dan hijau.  Kotak merah berarti mengandung babi, kotak biru mengandung daging non babi, dan kotak hijau adalah hidangan vegetarian.   Isi  berupa roti burger isi daging (atau sayur khusus untuk vegetarian), muffins, minuman kotak, dan buah. [nin]

 

 

Tur Jalan Kaki di Ljubljana (2)

Hari kedua di Ljubljana adalah hari bebas buat saya. Sendirian lagi! Ini karena suami mengikuti sebuah workshop sedangkan saya tidak. Sementara kongres baru resmi dibuka pada malam harinya.

Maka di pagi hari yang menggigil dan berkabut itu saya menghangatkan diri sejenak di kafe sebelah dengan secangkir teh sembari merancang itinerary.  Kemana enaknya? Dan naik apa? Peta kota sudah bolak balik dibuka.  Sayangnya Tourist Guide Book yang kemarin dicomot dari bandara ternyata berbahasa Jerman.  Duuh…. Siapa yang bisa ditanya?

Di depan gedung Ljubljana Exhibition and Convention Centre (warga setempat menyebutnya GR singkatan dari Gospodarsko raztavische) terdapat sebuah kios majalah.  Penjualnya bernama Dunja, seorang wanita setengah baya yang ternyata ramah dan yang terpenting…bisa bahasa Inggris!  Atas petunjuk Dunja inilah,  saya pun mulai menyusuri jalan Slovenska Cesta .

“Lurus saja, kira-kira 1 kilometer lantas belok kiri”, begitu pesannya.  Tak lupa ia tambahkan, “Tenang saja, di kota ini semua serba dekat.

Dan ternyata, kata-kata “serba dekat”, “cepat saja”, “tidak makan waktu lama” banyak diucapkan oleh warga setempat.  Baik oleh sopir taksi, penjaga kios, resepsionis hotel, maupun oleh pramusaji rumah makan.  Ini untuk menunjukkan betapa kecil kota ini, sehingga kita tidak perlu khawatir tersesat.

Menyusuri trotoar, jalan kaki sendirian adalah hal yang sudah jarang saya kerjakan di Jakarta.  Maka kesempatan ini betul-betul saya nikmati.  Jalan kaki dengan nyaman dan santai.  Saat tungkai mulai pegal tinggal istirahat sejenak di bangku-bangku yang tersedia di pedestrian.  Seperti umumnya kota di Eropa, pedestrian di Ljubljana bersih dan indah. Tampak ada sesuatu yang cantik dan menarik, berhenti dulu buat difoto.  Kalau mulai ragu karena tak kunjung sampai, cukup mampir ke kios terdekat sekadar  memastikan jalan. Alhasil setengah jam saya baru tiba di tujuan.

20160929_100457

Pedestrian Slovenska Cesta

Memasuki jalan Copova Ulica sepanjang lebih kurang 100 meter, tibalah saya di kawasan kota tua atau Center.  Terdapat sebuah plasa yaitu Presernov Trg tempat  orang banyak berkumpul.  Di tengah terdapat sebuah patung laki-laki berwarna hijau.  Itulah patung Preseren, seorang penyair yang salah satu puisinya “Zdravljica”  diadaptasi menjadi lagu kebangsaan Slovenia.

preseren-square-or-presernov-trg

Preseren Square. Tampak patung Preseren di kejauhan

Tak jauh dari patung, terdapat jembatan yang menjadi landmark kota, yaitu Triple Bridge.  Dinamakan demikian karena jembatan putih ini terdiri dari tiga jembatan yang menyatu di pangkalnya dan pecah tiga di ujungnya. Triple Bridge dibangun pada 1929 sampai 1932 oleh arsitek Joze Plecnik ini kecil dan pendek saja. Di bawahnya mengalir tenang sungai Ljubljanica yang airnya berwarna hijau tenang.  Sesekali kapal kecil cantik dan sarat penumpang melintas, membelah sungai dan membuat itik-itik yang berenang berebutan menepi.  Di pinggir sungai berderet meja kursi restoran tertata cantik.   Sementara  tanaman rambat menutupi dinding bangunan yang memagari sungai.  Dedaunan yang mulai berubah warna pertanda musim gugur telah tiba.  Ingin mengabarkan keindahan ini kepada suami, namun apa daya alat komunikasi tak berfungsi.

multi-color-leaves

warna warni daun rambat musim gugur

Puas memandangi sungai, saya beralih ke deretan penjual suvenir.  Tempatnya masih di pinggiran sungai.  Sebenarnya hanya lapak-lapak sederhana berupa  meja-meja terbuka semacam bazaar di negeri kita.  Aneka benda dijual di sana.  Mulai yang murah meriah, seperti kartu pos, gantungan kuci, magnet kulkas, sampai kerajinan kayu, botol hias dan keramik.  Awasss….jangan lapar mata! Dalam hati mulai menghitung-hitung…siapa saja yang bakal dikasih oleh-oleh.  Inilah kelebihan bangsa Indonesia saat di luar negeri….yang dipikirkan adalah buat tangan untuk orang-orang rumah, kantor, keluarga besar…dan seterusnya.

 

suvenir-kaca

Deretan Botol Hias sebagai Suvenir

Kebelet? Tenang saja karena di setiap ujung jembatan disediakan toilet.  Perlu turun tangga untuk menuju toilet tersebut.  Bersih dan gratis.  Oya, sistim pelistrikan  hemat  efisien yang berlaku di Ljubljana awalnya membuat saya kaget.  Jadi lampu di toilet dan menyala berdasarkan sensor gerak.    Bila sedang kosong otomatis ruang toilet akan gelap.  Kagetnya karena saat memasuki ruangan, tiba-tiba lampu menyala sebelum kita menyentuh steker (yang memang tidak ada).  Dan saat di dalam toilet pastikan jangan sampai berdiam diri terlalu lama karena lampu bisa tiba-tiba mati sendiri.  Ha..ha…betul-betul kaget saat mengalami untuk pertama kalinya.

 

kafe-dan-suvenir-di-tepi-sungai

restoran di tepi sungai Ljubljanica

Capek keliling, akhirnya saya masuk ke Tourist Information Centre di ujung Preseren Trg.  Tadinya saya cuma mau cari Tourist Information Book yang versi Inggris yang ternyata banyak sekali bertumpukan di rak brosur  .  Mendadak saya terpikir untuk ikut tur.  Ada banyak sekali pilihan tur.  Mau seharian, atau jam-jaman, mau jalan kaki atau naik sepeda, atau naik kapal, semua tersedia programnya.  Mau tur kuliner, jalan ke kastil, wisata museum, wisata alam, sejarah…Pakai guide orang atau digital….tinggal pilih saja.  Rupanya wisata digarap habis-habisan di kota kecil ini.  Dengan memperhitungkan waktu tersedia dan uang euro yang tidak banyak, maka pilihan jatuh ke tur keliling center selama 2 jam dengan biaya 10 euro.    Cukuplah sampai sore hari saat saya harus kembali ke GR untuk menjemput suami.  (bersambung)

Catatan tentang ponsel.

Belajar dari pengalaman keluar negeri sebelumnya, termasuk waktu umroh, maka saya manfaatkan paket kuota yang ditawarkan oleh provider telepon seluler.  Karena saya pengguna T**koms*l maka sebelum berangkat sudah saya isi pulsa “secukupnya”, yang dalam hitungan keseharian di Indonesia lumayan mahal.  Saya pun mendaftar untuk paket roaming hemat yang tersedia.  Namun apa daya, ternyata komunikasi tak berfungsi.  Kecuali di tempat-tempat dengan wifi gratis.  Awalnya, dipikir salah settingan hape.  Kotak-katik sana sini bahkan sampai dipandu dari Jakarta saking gapteknya.  Tetap gagal berkomunikasi.  Mengandalkan SMS bisa bangkrut.  Apalagi kalau sampai berbicara.  Biaya melambung fantastis.  Sampai akhirnya tiba waktu kepulangan kuotanya tetap tidak berfungsi.  Dan ternyata di Indoneisa setelah ditanyakan provider tersebut di atas, rupanya memang tidak tersedia layanan kuota hemat untuk negeri Slovenia.  Lalu bagaimana dengan ratusan ribu yang sudah kami relakan untuk daftar kuota???? Raib begitu saja tanpa ada kejelasan!!

Pelajaran yang bisa diambil : jangan sekali-kali daftar kuota dan membayar sejumlah biaya apabila TIDAK ADA PENAWARAN dari provider yang bersangkutan.  Risikonya, uang tidak kembali seperti yang saya alami.

Alhamdulillah….di Ljubljana dalam sehari ada 1 jam Wifi gratis di seluruh penjuru kota.  Cirinya, tiba-tiba bertubi-tubi masuk pesan WA.  Sayangnya terkadang saya tidak menyadarinya, sehingga pas mau membalas pesan-pesan tersebut ternyata waktu sudah habis.

 

Ljubljana, Si Mungil yang Cantik (1)

Kalau bukan karena keikutsertaan pada perhelatan FIMS16 yang merupakan kongres tahunan dari Federation of Sport Medicine di kota Ljubljana mungkin sampai sekarang saya juga tidak tahu dimana letak kota ini.  Keikutsertaan itu pun karena ada tugas yang diemban oleh suami tercinta untuk membacakan papernya di kongres tersebut.  Makin besar keingintahuan tentang kota yang katanya kecil dan sepi ini.

posisi-slovenia

Slovenia

Slovenia adalah sebuah negeri kecil di Eropa Tengah, berbatasan dengan Italia di sebelah barat, Hungaria dan Austria di sebelah utara, Kroasia di sebelah timur, dan laut Adriatik di sebelah selatan.  Negeri seluas 20.273 kilometer persegi ini berpenduduk sekitar 2,1 juta orang, yang mayoritas beretnis Slovenia (83%), etnis Bosnia dan Kroasia (dahulu tergabung dalam Yugoslavia) sebanyak 5,3%, dan sisanya Italia, Hungaria dll.  Sebelum tahun 1990 Slovenia merupakan negara bagian dari Yugoslavia, dan baru pada 25 Juni 1991 resmi mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka dengan ibukotanya Ljubljana.  Slovenia menjadi anggota Uni Eropa sejak Mei 2004 dan baru 2007 menggunakan mata uang Euro.

Ljubljana sebagai ibukota Slovenia merupakan kota kecil yang cantik.  Dengan luas 275 km2, dan penduduknya hanya 280 ribu jiwa membuat kota yang terletak 298 dpl ini sangat nyaman untuk ditinggali.  Uniknya, Ljubljana dengan status sebagai ibukota, mempunyai bendera sendiri yang berbeda dengan negara Slovenia.  Bendera tersebut berwarna hijau putih dan di tengah-tengahnya terdapat seekor naga hijau di atas kastil warna merah.

Naga hijau sangat ngetop di Ljubljana karena ia merupakan maskot kota.  Ini ada kaitannya dengan mitos jaman Yunani dulu. Dimana Jason, si pendiri kota Ljubljana ternyata kalah dalam pertempuran melawan naga hijau di Ljubljana Marsh. Kenapa musuh malah jadi maskot, itu pertanyaan yang belum terjawab. Naga hijau ada di puncak kastil tercetak di bendera, di Dragon Bridge betengger 4 naga hijau di keempat gapuranya, ada naga di kaos-kaos, di kartu pos, di gelas, magnet kulkas, dan di gantungan kunci.

Pesawat Turkish Air yang kami tumpangi landing dengan mulus di bandara  Jozeta Pucnika setelah menempuh penerbangan selama 3 jam dari Istanbul.  Selamat datang di Ljubljana!  Hawa sejuk awal musim gugur menerpa muka tatkala kami melangkah keluar dari bandara kecil itu.  Hanya tampak beberapa orang di area kedatangan. Sepi.  Saya celingak celinguk mencari taksi.  Sampai akhirnya bertanya ke salah seorang penjemput.  Agak suprise juga dengan responnya yang sangat ramah untuk ukuran orang Eropa.  Orang tersebut mau mengantar untuk mendapatkan taksi dan bahkan teriak untuk memangil sopirnya.

welcome-to-ljubljana

Kejutan kedua kami dapatkan di dalam taksi.  Pengemudiya yang bernama Muri ternyata seorang muslim.  Ia imigran Bosnia yang sudah puluhan tahun tinggal di Ljubljana.  Saya merasa Allah menjawab kekhawatiran kami menjelang berangkat.  Khawatir apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah tentang makanan halal…..

USG dan JENIS KELAMIN JANIN

Ingin tahu hal apa yang paling sering ditanyakan oleh pasutri saat datang ke dokter kandungan dan diperiksa USG? Tak lain dan tak bukan adalah jenis kelamin.  Ini buktinya……

Saat kehamilah baru saja terdiagnosa …..

“Alhamdulillah, ibu benar hamil usia 5 minggu.  Sudah tampak kantung kehamilan di dalam rahim, namun belum nampak janin di dalamnya”.

“Dokter, kami ingin anak laki-laki. Bagaimana caranya? Harus makan apa? 

2 bulan kemudian, di usia kehamilan 13 minggu…..

“Alhamdulillah, janin sehat dan aktif. Gerakan banyak meski belum dirasakan oleh ibu.  Denyut jantungnya 150 kali per menit”.

“Dokter, apakah sudah ketahuan jenis kelaminnya? Teman-teman sudah banyak yang menanyakan”.

Dan saat kehamilan mencapai 20 minggu…..

“Alhamdulillah, janinnya sehat.  Tumbuh kembangnya sesuai dengan usia kandungannya. Bla…bla…”.

(Tidak terlalu menyimak keterangan dokter) “Jenis kelaminnya apa, dok?

“In syaa Allah diperkirakan laki/perempuan, ibu”.

“Lho, kok belum pasti begitu, dok?”

Awal trimester 3 , 28 minggu….

“Dok, jenis kelamin bayi saya apa ya?”

“Lho bukannya sudah pernah saya infokan”.

“Bukannya bisa berubah  dok?”

Hampir lahir, 36 minggu

“Alhamdulillah….janin sehat, beratnya sudah 2600 gram. Ketuban masih cukup jumlahnya”.

“Dok, kelaminnya masih laki/perempuan? Belum ada kepastian?”

Hadeuuuuuhhhh…. cape juga ya 9 bulan Cuma mengurusi jenis kelamin?

Padahal jenis kelamin cuma dua. Kalau tidak laki-laki…ya perempuan. Memang mau dikasih Allah di luar yang dua itu?

 

Kapan jenis kelamin ditentukan?

Ayo buka lagi pelajaran biologi.  Kehamilan terjadi apabila terjadi pembuahan, yaitu pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam saluran telur (tuba Fallopii).  Sel sperma membawa kromosom X dan Y, sedangkan sel telur membawa kromosom X saja.  Apabila yang membuahi sel telur adalah sperma dengan kromosom Y maka jadilah janin laki-laki.  Sedangkan apabila yang membuahi sel telur adalah sel sperma dengan kromosom X maka yang terjadi adalah janin dengan jenis kelamin perempuan.  Kesimpulannya, jenis kelamin sudah ditentukan sejak periode pembuahan.  Pada saat itu bahkan seorang wanita belum menyadari kehamilannya.

Lalu apa yang dilihat dari USG?

Alat ultrasonografi (USG) yang bekerja berdasarkan gelombang suara, dapat menggambarkan janin dalam bentuk fisik.  Maka jenis kelamin baru bisa dilihat dengan USG apabila bentuk alat kelamin sudah jelas.  Jelas bukan perbedaan antara JENIS kelamin dan ALAT/ORGAN kelamin? Pada umumnya, bentuk alat kelamin dapat dengan jelas diidentifikasi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Pada beberapa kasus memang bisa dilihat bentuk alat kelamin pada usia kehamilan yang lebih muda, namun kebanyakan gambarannya belum jelas.

Janin laki-laki diindetifikasi dengan tampaknya gambaran skrotum (kantung zakar).  Terkadang tampak lengkap kantung zakar dan penisnya. Bahkan pada janin yang lebih besar bisa tampak buah zakar yang berada dalam kantung zakar.  Janin perempuan diidentifikasi dari gambaran 2 buah bibir kemaluan.  Secara anatomi, identifikasi kelamin laki-laki lebih mudah daripada kelamin perempuan.  Oleh karenanya, tingkat kesalahan identifikasi janin perempuan lebih besar daripada janin laki2.

 

janin-perempuan-dari

tampak bibir kemaluan sebagai interpretasi janin perempuan di usia 28 pekan

 

janin-laki-dari-wikipedia

gambaran skrotum dan penis menunjukkan janin laki2

Betulkah jenis kelamin bisa berubah?

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, berhubung identifikasi jenis kelamin janin lewat  USG adalah berdaasarkan bentuk alat kelamin, maka kesalahan persepsi/interpretasi sangat mungkin terjadi.  Kesalahan tersebut dipengaruhi juga oleh usia kehamilan, posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu, disamping  jam terbang operator dan juga kualitas mesin USG . Jadi kalau suatu saat dikatakan jenis kelamin tertentu dan beberapa waktu kemudian ternyata berbeda maka hal tersebut wajar saja.  Dikatakan bahwa kesalahan yang dapat ditoleransi adalah 5%.  Jadi sekali lagi, bukan jenis kelamin berubah, melainkan persepsi pemeriksalah yang berubah.

Lalu kapan jenis kelamin tersebut dapat dipastikan?

Kalau kepada saya diajukan pertanyaan tersebut maka dengan mudah saya jawab, “Pastinya kalau sudah lahir”. 

“Ya, iyalah, dok”.

Maksudnya begini, melihat sesuatu yang ada di dalam rahim dengan perantaraan alat, maka sebagai manusia kita tidak berani mendahului kepastian dari Allah SWT.  Meskipun ada juga kelainan bawaan yang dikaitkan dengan jenis kelamin janin.  Artinya, pendeteksian jenis kelamin janin itu dikaitkan dengan hal-hal medis yang terkait kesehatan bayi saat lahirnya nanti.  Bukan sekadar untuk referensi mencari nama atau warna baju bayi.  Apalagi kalau hanya untuk menjawab keingintahuan kakek nenek dan handai taulan.

Contoh, kalau janin terdeteksi laki-laki maka bisa dilihat apakah buah zakar (testis) sudah berada di dalam kantung zakar (skrotum) saat usia cukup bulan? Contoh lain,  Kelainan bawaan tertentu ternyata lebih banyak didapatkan pada janin laki-laki.

Bagaimana Bila Jenis Kelamin Ternyata Tidak Sesuai dengan Prediksi atau Harapan Ortu

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaanmu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu…(surat An Najm ayat 32)

Tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas dan tawakkal. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik.   Jangan sampai terjadi salah pengasuhan pada bayi/anak dikarenakan ia berjenis kelamin tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, karena orang tua mendambakan anak perempuan setelah 3 anak sebelumnya laki-laki semua, maka anak laki2 keempat sering dipakaikan rok bahkan jilbab kecil.  Demikian pula sebaliknya. Ingat, banyak sekali kasus-kasus LGBT yang berawal dari salah asuh di masa kecil.

Dalam menghadapi jenis kelamin yang tidak sesuai harapan ini hendaknya juga tidak ada saling menyalahkan di antara kedua orang tua.  Yang sering terjadi adalah suami menyalahkan istri karena tidak bisa memberikan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Sedangkan kalau kita simak lagi penjelasan di awal tulisan, kromosom pembawa jenis kelamin ada di sperma.  Maka bisa disimpulkan bahwa yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Meskipun demikian ada penelitian yang menunjukkan bahwa suasana vagina memberikan andil untuk sperma berkromosom X atau Y yang bakal eksis dan dapat membuahi. (nin)

 

sumber gambar : wikipedia

 

 

Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan, Jangan Disepelekan

Tampaknya sederhana, hanya “anyang-anyangan” tapi ternyata bisa berdampak serius. Ya, “anyang-anyangan” ini adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk menggembarkan rasa tidak nyaman tatkala berkemih. Rasa tidak nyaman tersebut bisa berupa nyeri saat mengeluarkan air seni maupun rasa tidak tuntas saat selesai buang air kecil. Serangan berat bisa membuat terhambatnya proses Buang air Kecil (BAK) dan menjadikan yang mengalaminya sampai mengaduh aduh.

Infeksi saluran kemih bisa menyerang baik wanita maupun pria, dewasa atau anak-anak. Namun kenyataannya kaum wanitalah yang lebih sering mengalaminya. Dan dari kalangan wanita tersebut, ibu hamil menduduki peringkat teratas sebagai penderita Infeksi Saluran kemih (ISK). Apa sebab demikian? Hal ini tidak terlepas dari anatomi saluran kemih dimana saluran kemih (urethra) pada wanita lebih pendek daripada urethra laki-laki. Sehingga peluang terpapar bakteri atau jamur lebih besar pada wanita.

Saat seorang wanita hamil terjadilah beberapa perubahan terkait saluran kemih yang meningkatkan risiko terjadinya ISK. Di antara perubahan tersebut adalah :

  • Melebarnya pelvis ginjal dan ureter menyebabkan kondisi statis sehingga mudah timbul kolonisasi bakteri
  • Melemahnya otot detrusor pada kandung kemih akibat peningkatan hormon progesteron. Akibatnya, meskipun daya tampung air seni meningkat namun daya pengosongan menurun sehingga terdapat sisa air seni yang memudahkan kolonisasi bakteri.
  • Higiene pribadi rendah, bisa karena kesadaran individu maupun kondisi kehamilan yang meningkatkan kelembaban

–          Aktivitas seksual, menyebabkan mikrotrauma pada urethra sehingga terjadi invasi bakteri. Perineum sebagai area transisi dari anus menyebabkan invasi bakteri dari saluran pencernaan menuju ke saluran kemih

PENYEBAB DAN GEJALA

ISK tersering disebabkan oleh bakteri, baik dari golongan gram positif maupn gram negatif. Dari golongan gram positif, 90% nya adalah Eschericia colli. Bakteri ini aslinya berkoloni di usus. Dengan perantaraan perineum ditambah dengan kebiasaan cebok yang salah sesudah BAB, maka makin leluasalah bakteri ini menginvasi saluran kemih. Jenis bakteri lain yang ditemukan adalah Staphylococcus saprophyticus, Mycobacterium tuberculosis, Klebsiella pneumoniaae, dan Proteus mirabillis . Dua yang terakhir merupakan golongan gram negatif. Selain itu bisa ditemukan koloni jamur yang berasal dari Candida albicans. Ada bakteri yang dikenal menyebabkan Ketuban Pecah Dini dan infeksi pada bayi baru lahir yakni Streptococcus B

 

 

Sudah disebutkan di atas, bahwa gejala ISK yang umum dikenal dengan “anyang-anyangan” bisa sangat bervariasi. Dari yang tanpa gejala khas, hanya seperti nyeri panggul bawah, sampai ke air seni mengandung darah, nyeri saat berkemih, berkemih sedikit-sedikit dan tidak tuntas, sampai ke demam dibarengi dengan mual dan muntah. Hati-hatilah, karena semakin parah gejala menunjukkan bahwa infeksi sudah semakin menjalar naik menuju ke saluran ginjal.

PENATALAKSANAAN

Agar tidak semakin parah, maka mereka yang mengalami gejala tidak nyaman saat BAK dianjurkan untuk segera berobat. Demikian juga para ibu hamil yang mengalami keputihan agar melaporkan kepada dokter/bidan. Ini mengingat bahwa kuman-kuman dari keputihan sangat bisa menginvasi ke saluran kemih karena posisinya yang berdekatan. Tujuan berobat sedini mungkin agar dapat mencegah infeksi asenden, yaitu infeksi yang menjalar ke arah saluran ginjal. Bila terjadi demikian tentu pengobatan menjadi semakin mahal dan penyakit akan berkomplikasi. Perlu diketahui bahwa seeseorang yang mempunyai riwayat ISK akan berisiko terjadi infeksi ulangan. Karena itu harus ada kewaspadaan ekstra.

Sebelum memberikan obat, terlebih dahulu dokter akan meminta pemeriksaan urinalisa di laboratorium. Tujuannya adalah mengetahui derajat dan kemungkinan penyebab infeksi. Dengan demikian pengobatan akan lebih terarah. Bila ditemukan ISK yang sangat membandel, tidak kunjung sembuh atau sangat sering berulang, maka bisa dilakukan pemeriksaan kultur air seni dan test sensitivitas antibiotika. Pada pemeriksaan ini, kuman di dalam air seni akan dibiakkan dan sekaligus diuji kepekaannya dengan berbagai antibiotika.        

PENCEGAHAN

Agar terhindar dari ISK atau yang sudah pernah ISK tidak mengalami lagi penyakit yang sangat tidak nyaman tersebut, maka perhatian khusus harus diberikan kepada genitalia dan sekitarnya. Untuk para wanita dan ibu hamil khususnya, harus selalu diingat untuk cebok dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jaga jangan sampai timbul kondisi lembab berkepanjangan dengan sering mengganti pakaian dalam. Pakailah bahan pakaian yang menyerap keringat dan tidak ketat. Jangan asal mengikuti arus mode, yang selain tidak sesuai dengan ketentuan berpakaian secara Islam, juga ternyata tidak sehat sama sekali. Contohnya adalah pakaian ketat (jins ketat, legging ) yang membungkus area genitalia terlalu rapat. (nin)

 

Bahan : PNPK ISK pada Kehamilan, HUGI

SELAPUT DARA BUNTU? HARUS DILUBANGI

 

Bu Aminah masygul melihat kelakuan anak gadisnya, Seruni, yang baru duduk di kelas 2 SMP. Pasalnya, anak ketiganya ini setiap bulan mengalami nyeri perut yang tidak jelas sebab musababnya. Parahnya, setiap kali serangan nyeri perut datang menghampiri, gadis 14 tahun itu sampai mogok sekolah. Seharian bergelung di ranjang sambil merintih-rintih. Dicobanya mengompres dengan sebotol air hangat tak juga menyembuhkan. Pernah dicobanya meraba dinding perut si gadis, dan ia menemukan sebuah benjolan. Tumorkah itu? Kanker? Atau jangan-jangan …….na’udzubillah….hamil? Ah, tak mungkin. Ia menepis pikiran buruk tersebut. Ia tahu pasti si Seruni belum dapat haid di usianya yang ke 14. Bu Aminah tak khawatir masalah haid yang belum datang tersebut karena seingatnya dulu ia juga baru mendapatkan haid di usia akhir SMP.

Tak tahan dengan penderitaan anak perempuan semata wayangnya itu, maka ia memantapkan diri untuk membawa Seruni ke dokter. Berdua saja. Si ayah tak dapat meninggalkan pekerjaannya dan lagipula, kalau nanti ada keputusan yang mengagetkan dari dokter sehubungan dengan penyakit anaknya, maka biarlah dirinya yang tahu terlebih dahulu. Terus terang ia masih mengkhawatirkan benjolan yang ia raba di perut anaknya itu. Setelah menunggu giliran beberapa lamanya, maka dipanggilah nama Seruni oleh perawat. Ia pun menunggu lagi semburan hawa dingin dari AC sembari berdebar menunggu hasil pemeriksaan dokter……Dan, betapa kagetnya tatkala dokter mengatakan bahwa selaput dara anaknya, si gadis Seruni, ternyata buntu. Oh Allah…penyakit apa ini dan mengapa bisa yang demikian terjadi pada anakku?

***

Nah, karena itu hati-hati bila ada adik atau kemenakan yang berusia dimana ia seharusnya sudah haid namun dirinya belum mengalami haid, dan kemudian mengeluh nyeri perut secara periodik setiap bulannya. Karena bisa jadi ia mengalami kebuntuan selaput dara seperti kasus Seruni, yang dalam istilah medisnya disebut Himen Imperforata.

Himen = selaput dara, in = tidak , perforata = berlubang. Jadi, himen imperforata adalah selaput dara yang tidak berlubang alias buntu. Apa akibatnya? Karena posisi selaput dara tersebut membatasi vagina dari dunia luar, maka apabila terjadi kebuntuan otomatis darah haid yang keluar dari rahim dan seharusnya mengalir keluar melalui vagina menjadi tertimbun. Mula-mula cairan darah tersebut mengumpul di vagina. Lama kelamaan setelah vagina tidak muat, darah haid tersebut mengumpul di rahim. Demikian berlangsung terus setiap bulannya , sampai-sampai akhirnya rahim pun membesar seperti sedang hamil. Bukan berisi janin, namun berisi cairan darah. Bahkan, setelah rahim tidak muat maka kumpulan dara akan memasuki saluran telur (Tuba Fallopii). Pada umumnya si penderita tidak menyadari bahwa selaput daranya buntu. Ia baru tersadar untuk ke dokter setelah meraba adanya benjolan di perutnya. Hal inipun terkadang bisa menimbulkan salah paham dan salah sangka dengan kehamilan .

Himen imperforata sebenarnya adalah kelainan bawaan. Normalnya, selaput dara – meski dikatakan utuh – sebenarnya sudah berlubang sebagai saluran keluar darah haid. Kejadiannya 1 dari 1000 sampai 10.000 anak perempuan . Saat sudah dipastikan bahwa tidak haidnya seorang anak gadis akibat himen imperforata makan tindakan yang dilakukan adalah “melubangi” selaput dara tersebut. Tentu saja, proses membuat lubang guna menyalurkan darah haid tersebut dikerjakan dengan pembiusan. Karena prosesnya tidak lama dan realtif sederhana pembiusan cukup dengan lokal saja. Segera setelah selaput dara tersebut berlubang, maka mengalirlah tumpukan darah yang sudah terkumpul berbulan-bulan tersebut. Warna darah sudah merah tua kehitaman dan kental karena sudah bercampur dengan timbunan lendir juga. Lubang robekan juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penutupan kembali secara spontan.

Diharapkan setelah operasi kecil himenotomi (melubangi selaput dara) tersebut, maka Seruni dan gadis-gadis lain yang juga menderita Himen Imperforata akan mengalami haid yang normal sebagaimana teman-temannya. (nin)