Penduduk Bumi (dan perilakunya)

Bila laju pertumbuhan penduduk masih 1,49% per tahun seperti saat ini, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 menjadi 450 juta. Ini berarti 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia. (Tempo 7-13 Mei)

#enaknya…kemana-mana ketemu orang Indonesia, dan bukan tak mungkin bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.  Lengkapnya begini :
“Tingkat pertumbuhan penduduk dunia tahun ini sebesar 1,1 persen, badingkan dengan 50 tahun lalu yang sebesar 2 persen. Hal itu terjadi karena tingkat kelahiran total per perempuan turun menjadi 2,5 anak, setengah dari angka yang tercatat pada tahun 1950. Namun antara wilayah terjadi perbedaan yang sangat besar. Di Afrika tingkat rata-rata masih 4,7 anak per perempuan, sementara di Eropa hanya hanya 1,6 anak per perempuan.
[ http://megapolitan.kompas.com/read/2011/08/18/09544531/Penduduk.Dunia.Tembus.7.Miliar.Tahun.Ini ].  Eh tapiiiiiii, yang perlu dipikirkan adalah sumber daya alam yang semakin rusak dan air bersih yang semakin susah. Semoga anak cucu kita semakin pandai dalam mengolah anugerah ALlah SWT ini.  @orinkeren : Indonesia makin menjadi sasaran produsen2 kapitalisme… dibikin semakin bodoh agar gampang disuruh beli segala macam sampah…

BAHASA JAWA ternyata merupakan bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar, yaitu 75,6 juta. Disusul oleh bahasa Sunda (27 juta), bahasa Madura (13,7 juta), Bahasa Minang (6,5 juta), bahasa Batak (6.2 juta).  Bahasa mana dengan penutur tersedikit?? (Tempo, 18/3/2012). Bahasa daerah dengan penutur tersedikit adalah : bahasa Beilel (NTT), bahasa Mapia (Papua), bahasa Hukumina (Maluku), masing2 dengan jumlah penutur sekitar 1 juta orang. Sementara bahasa Tandia (Papua) masih dituturkan oleh 2 juta orang, dan bahasa Kayeli (Maluku) oleh 3 juta orang. Indonesia mempunyai 756 bahasa. Jumlah ini merupakan 12% dari total bahasa di dunia. Namun yang memprihatinkan, pada akhir abad ke 21 diperkirakan bahasa2 tersebut menyusut hingga tinggal 10%nya saja. Bagaimana dengan bahasa para MPer?

Dibandingkan 5 tahun yang lalu, kelas menengah meningkatkan kenyamanan dan gaya hidupnya. Prosentase penggunaan alat-alat elektronik meningkat. TV berwarna 95% (90%); Kompor gas 90% (18%); Rice Cooker 64% (30%); Pemutar DVD 39% (6%). Catatan : angka dalam kurung adalah kondisi 5 tahun yl. Dan………..kalau listrik padam, kalang kabutlah kita! (kompas 9/12/11)

@bunda2f : di US pernah mati listrik total, wuiihh hampir semua penduduknya langsung mati gaya
ketergantungan mereka sama listrik tinggi banget
kalo ga salah cuma mati sehari tapi langsung jd berita besar, jd kek bencana nasional gitu (cmiiw)

kalo di Indonesia, berhubung dah biasa mati listrik, adaptasi biasanya lebih mudah
untungnya juga cuaca di negara kita masih lebih bersahabat, jadi bisa adaptasinya lebih mudah

sebenarnya yg meningkat pemakaian AC kali ya, dibanding 5 th lalu *banyak rumah2 sekarang yg pakai AC* @saya : alternatifnya, pakai listrik tenaga surya. Indonesia sebagai negeri bermandikan sinar matahari sebenarnya harus mengunggulkan teknologi panel surya. Saat ini harganya dianggap mahal karena masih belum diproduksi massal. Saya hanya punya 1 buah lampu taman dgn tenaga surya. Praktis, karena tidak perlu turn on/off kan sehari-harinya…otomatis saja kalau gelap, nyala. Pas hari sudah terang, ia pun mati sendiri. @bede16 :
alhamdulillah, mohon do’anya untuk pengembangan solar cell energy yang murah, terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia…
Bu Prita, masy kita cenderung konsumtif dan gengsi-an, jadi banyak membeli sesuatu yang sebenernya belum tentu dibutuhkan olehnya. Perlu upaya untuk membudayakan hidup bersahaja ya Bu….mariii…dimulai dari kita. :D untuk Bu Prita-ku…

Tanggal 31 Oktober mendatang (2011) , penduduk dunia menjadi 7 miliar orang!

Indonesia menduduki peringkat ke-4 tingkat perceraian tertinggi di dunia. Dari 2 juta pasangan yang melangsungkan pernikahan, 10% di antaranya berakhir dengan perpisahan.  Pada awal 2000 an, 30 % perceraian terjadi karena talak (suami menceraikan istri).  Pada 2005, 68,5% perceraian terjadi karena cerai gugat (istri menggugat cerai suami).  (Republika, 25 Juni 2011,dari Dirjen Binmas Islam, Kemenag RI)

Masya Allah….Setiap 9 menit 56 detik terjadi sebuah tindak kejahatan di ibukota negeri ini!  Laa haula wa laa quwwata illa billah.  Banyak orang sudah mempersenjatai dirinya masing2. @nitafebri (almh) : Yaaaah itulah jakarta..
N kriminalitas udah jd tontonan sehari-hari..laah bukannya memang ini negri udah kayak mafia?? @alwaysselalu : tetep ati2 berarti ya bu..

tampang baik bisa saja itu mau nyopet
tampang serem tak tahunya mau nolong….

Angka kemiskinan turun dari 14,1 % menjadi 13,3 %  atau penduduk miskin menyusut sebanyak 1,5 juta orang”, kata Hatta Rajasa mengutip data BPS 2010 (Headline Republika, 4 Januari 2011).  Di Kompas hari ini, 5 Januari 2011, halaman 15: “Hunian Kumuh Terus Meningkat”, ucap Mensos Salim Segaff Al Jufri.  Sementara itu headline Republika hari ini “Kami Terpaksa Makan Tiwul” (berita tentang sebuah keluarga yang kematian 6 orang anaknya akibat keracunan tiwul).  Inilah potret Indonesia…dimana orang miskin masih jadi obyek data statistik.  Ayo berbuat !!!

@itsmearni : haduh………… kok ya datanya gak sinkron gitu sih
lagian mereka hanya bicara dengan mengeksploitasi penduduk miskin
ah sedihnya……….

Semoga Indonesia menjadi lebih baik
mari berbuat sekecil apapun :-) @simplyndah : data gak singkron biasa.
kenyataanya rakyat kecil makin kejepit
cabe naik, beras naik tiap pekan, kasian mereka yg penghasilanya dibawah rata-rata.

Kapan ya kita punya pemimpin yg bener2 adil, yg mau turun kebawah dan melihat kenyataan trus ngasih solusi ke rakyatnya.
jangan hanya menyapa rakyat ketika kampanye saja.
hiiiiks @bundanazniin : duh jadi miris ya dengernya…
satu sisi msh banyak yg makan tiwul sampe keracunan…..sisi lain bnyk yg berebut korupsi.
rasanya negara kita jd semakin tertinggal dari negara lain…pdhl katanya kan negara kita itu gemah ripah loh jinawi…

Jumlah penduduk Indonesia hasil Sensus Penduduk 2010 adalah 237.556.363 yang terdiri dari laki-laki 119.507.580 orang, dan perempuan 118.048.783 orang. (potensi sumber daya manusia yang sungguh hebat…semoga mayoritas dari jumlah penduduk tersebut adalah mereka yang ber IMTAQ) (qn 30 September 2010)

About these ads

7 thoughts on “Penduduk Bumi (dan perilakunya)

      • Sama-sama, Selamat Idul Adha buat bu Dr. Prita sekeluarga.
        Oiya, saya mencoba mengupas film tentang konspirasi pangan global di postingan terakhir, bu. Dengan senang hati kalo bu dokter bisa memberikan masukan.

  1. dulu gw rajin naik krl karna percaya itu baik, hijau, dan murah. tapi gw kecewa, yg sudah mengurangi macet jakarta tapi malah dianiaya, kualitas pelayanan memburuk, harga dinaikkan, nyambung kudu ngojek yg mahal. akhirnya gw kombinasi baw amobilo dan motor saja, lebih murah dibandingkan naik krl, nggak capek. jadi… good bye green lifestyle yg dapat disinsentif dari pemerintah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s