Ibu Hamil Naik Pesawat….Bolehkah?

Pernah seorang ibu hamil tua mengadu kepada saya dengan terisak-isak. Apa pasal? Ternyata, kepindahannya keluar Jawa beserta keluarganya harus tertunda. Sementara anak dan suaminya sudah terbang, dirinya terpaksa harus tetap tinggal dikarenakan tidak membawa surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa kehamilannya aman untuk penerbangan!

Dalam kasus ini, bukannya ibu hamil dilarang naik pesawat, namun pihak maskapai menginginkan surat rekomendasi dokter untuk jaminan keamanan. Terutama apabila perut hamilnya sudah kentara sekali buncitnya. Yang ditakutkan adalah terjadinya persalinan di atas pesawat.

Karenanya, komunikasikan dengan dokter apabila anda merencanakan perjalanan mudik dengan pesawat. Sebelum menuliskan surat rekomendasi, tentunya dokter akan melakukan pemeriksaan dengan seksama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian juga kalau anda merencanakan persalinan di kampung halaman. Komunikasikan sebelumnya dengan dokter yang merawat selama ini agar bisa direkomendasikan pada pekan ke berapa sebaiknya anda pulang kampung. Hal-hal yang menjadi pertimbangan antara lain adalah lama dan moda perjalanan, usia kehamilan, kehamilan ke berapa, serta riwayat persalinan sebelumnya.

Walaupun penerbangan cukup aman untuk ibu hamil,  namun perlu dipertimbangkan masak-masak apabila merencanakan perjalanan jauh dengan pesawat di usia kehamilan cukup bulan (di atas 37 pekan).  Artinya, apabila perjalanan tersebut tidak terlalu urgen sebaiknya ditunda. Tidak lucu kan, kalau dalam penerbangan jarak jauh lintas benua tiba-tiba terjadi kontraksi dan disusul dengan persalinan… ^__^

Selamat mudik buat para bumil!

Cerita lain yang lebih lengkap baca di http://drprita1.wordpress.com/bukuku/

About these ads

7 thoughts on “Ibu Hamil Naik Pesawat….Bolehkah?

    • mangkanya perlu disusun schedule perjalanan yang baik dan pemeriksaan serta rekomendasi dokter bagi ibu hamil (tua) yang harus naik pesawat. Tujuannya supaya yang dikhawatirkan mbak Rahma tidak terjadi… Bayangkan, nanti kalau si anak harus mengisi biodata, pas kolom tempat lahir ditulisnya di mana? Di angkasa? Atau di Garuda?

    • Masya Allah….apakah waktu itu ada membantu persalinannya? Memang kalau ada pasien usia kehamilan di atas 38 pekan mau naik pesawat, maka harus saya evaluasi dulu pelvic scorenya. Lebih dari sekali saya membatalkan keberangkatan seorang ibu yang mau mudik. Pernah juga soerang sejawat yang sudah saya rekomendasikan OK utk ke Surabaya dgn pesawat (dengan pertimbangan perjalanan cuma 1 jam), ternyata di bandara pecah ketuban. Akibatnya beliau balik lagi, dan akhirnya harus berakhir SC karena mekonial kental. Allah SWT Mahaberkehendak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s